alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sepekan Bentuk Tim Kasus Curat, Polisi Amankan 10 Tersangka

16 Maret 2020, 07: 10: 55 WIB | editor : Abdul Basri

KEOK: Fathur Rosi dikawal polisi saat berjalan menuju lokasi rilis di halaman Mapolres Bangkalan kemarin sore. Inset, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra didampingi Wakapolres Kompol Diky Hermawan menginterogasi Fathur Rosi.

KEOK: Fathur Rosi dikawal polisi saat berjalan menuju lokasi rilis di halaman Mapolres Bangkalan kemarin sore. Inset, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra didampingi Wakapolres Kompol Diky Hermawan menginterogasi Fathur Rosi. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pembegalan di wilayah hukum Polres Bangkalan kembali terjadi. Terbaru, korbannya bernama Diyah Rosalina Puspitasari, 20, warga Desa/Kecamatan Socah. Pelakunya diidentifikasi bernama Fathur Rosi, warga Desa Tajungan, Kecamatan Kamal. Pria berusia 23 tahun itu merupakan eksekutor.

Kasus perampasan sepeda motor tersebut terjadi di Jalan Raya Overpass Suramadu di Desa Pangpong, Kecamatan Labang, pada Selasa (3/3). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dihadiahi dua timah panas yang bersarang di kakinya.

Dalam kasus tersebut, polisi juga menetapkan dua orang yang berperan sebagai penadah. Mereka adalah Slamet Wahyudi, 24, warga Desa Kesek, Kecamatan Labang, dan Heri, 26, warga Desa Pekadan, Kecamatan Galis.

Di sisi lain, polisi juga berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ada dua pelaku yang disergap polisi. Mereka adalah Faisol, 22, warga Desa Banyubunih, Kecamatan Galis, dan Hafid, 38, warga Desa Karang Leman, Kecamatan Tragah.

Sementara tiga penadah yang berkaitan dengan aksi kejahatan Faisol dan Hafid juga berhasil diringkus. Mereka adalah Junaidi, 28, warga Desa Talango, Kecamatan Tanjungbumi, dan Ruspandi, 45, warga Desa/Kecamatan Tanjungbumi. Termasuk Yulianto, 41, warga Kelurahan Krembangan Utara, Surabaya.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, ada lima kasus dan sembilan tersangka yang berhasil ditangkap polisi usai menerima laporan curanmor. Ditambah, satu tersangka curat. ”Kami baru seminggu membentuk tim untuk mengungkap kasus C3 (curat, curas, dan curanmor),” tegasnya.

Menurut dia, kasus pertama yang berhasil diungkap adalah curas atau begal yang terjadi awal Maret di overpass Suramadu di Desa Pangpong. Saat itu, korban pulang dari Surabaya dan pelaku memukul kepalanya menggunakan kayu. Setelah korban jatuh, pelaku merampas sepeda motornya.

”Korban sebenarnya ingin mempertahankan. Karena takut, akhirnya tidak melakukan perlawanan dan sepeda motornya dibawa kabur oleh tersangka,” terangnya.

Dia menjelaskan, pihaknya menangkap Faisol. Tersangka berinisial F dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Sepeda motor hasil begal sudah diamankan polisi meski nopolnya diganti. ”Inisial penadahnya SW (Slamet Wahyudi) dan H (Heri). Yang menarik dari H, dia memperjualbelikan hasil kejahatan melalui media online,” jelasnya.

Dari dua kasus curas, kata Rama, polisi berhasil mengamankan lima unit sepeda motor. Barang bukti (BB) yang diamankan untuk kasus curas di overpass Suramadu adalah tiga unit sepeda motor, enam pasang spion, nopol, dan aksesori lainnya. ”Termasuk STNK,” imbuh Rama.

Perwira asal Sidoarjo itu menambahkan, pihaknya juga mengamankan dua penadah dan dua unit sepeda motor Mio dan Satria. Tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun Laok Saba, Desa Bator, Kecamatan Klampis. ”Pelaku lainnya masih masuk DPO,” terangnya.

Rama menambahkan, polisi juga meringkus Yulianto, penadah handphone (HP) khusus iPhone. Polisi menyita sekitar 20 unit HP iPhone yang diduga hasil kejahatan tersangka. Satu yang sudah terbukti karena berkaitan dengan laporan polisi (LP) di Polres Bangkalan.

”Rangkaiannya panjang. Pelaku sebelumnya ditangkap di Kediri, Malang, lalu ke Surabaya. Jadi, HP-HP dikemas ulang, lalu dibelikan boks seolah-olah baru dan dijual secara online,” bebernya.

Satreskrim Polres Bangkalan juga mengungkap kasus curat dengan kerugian Rp 71 juta. Kejadiannya di Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kota Bangkalan, dengan tersangka berinisial NH. Uang puluhan juta itu digunakan untuk membangun rumah orang tuanya di Kediri. Sementara sisa uang yang berhasil diamankan polisi Rp 560 ribu.

”Tersangka kami tembak karena berusaha melarikan diri. Kami lakukan tindakan tegas dan terukur,” tegasnya.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja menambahkan, pihaknya akan terus mengungkap kasus kejahatan di Bangkalan. Dia berharap tidak ada lagi pelaku curanmor yang beraksi di Bangkalan. ”Kami berharap pelaku lainnya jera dan tidak ada kejadian lagi,” harapnya.

Perwira asal Jawa Barat itu menegaskan, kalau pelaku C3 melawan atau membahayakan jiwa polisi saat akan ditangkap, pihaknya tidak segan-segan bertindak tegas dan terukur. ”Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak lengah,” imbaunya.

Sementara itu, tersangka Fathur Rosi mengaku baru sekali melakukan pembegalan. Dari aksinya, dia memperoleh uang Rp 1,5 juta. ”Uangnya buat beli baju di Surabaya. Saya berjanji tidak akan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Saya menyesal. Saya cuma joki, bukan eksekutor,” terangnya. 

(mr/rul/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia