alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp 4 M Mantan Teller Ultah di Rutan

12 Maret 2020, 16: 20: 27 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERKUTIK: Anni Fartini (AF), mantan teller Bank Jatim Unit Keppo berada di mobil tahanan Kejari Pamekasan usai pelimpahan tahap dua kemarin.

TAK BERKUTIK: Anni Fartini (AF), mantan teller Bank Jatim Unit Keppo berada di mobil tahanan Kejari Pamekasan usai pelimpahan tahap dua kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Kasus dugaan penggelapan uang nasabah tidak hanya terjadi di Sumenep. Kini giliran Kejari Pamekasan yang menahan Anni Fartini (AF), mantan teller Bank Jatim Bank Jatim Unit Keppo kemarin (11/3).

Penahanan yang dilakukan Korps Adhyaksa untuk keperluan penuntutan. Sebelumnya, AF menjadi tahanan Polres Pamekasan sejak Januari lalu. Perempuan berhijab itu dititipkan di Lapas Kelas II-A Pamekasan.

Kajari Pamekasan Teuku Rahmatsyah mengatakan, berkas perkara dugaan penggelapan uang nasabah Bank Jatim Unit Keppo rampung. Sesuai aturan, tersangka dan barang bukti harus dilimpahkan ke kejaksaan.

Atas pelimpahan itu, kejari melanjutkan masa penahanan AF untuk 20 hari ke depan. Penahanan tersebut untuk kepentingan penuntutan. ”Dulu ditahap polres untuk kepentingan penyidikan. Sekarang kami tahan untuk kepentingan penuntutan,” katanya.

Teuku menyampaikan, jaksa penuntut umum (JPU) menyiapkan berkas penuntutan terhadap mantan pegawai bank BUMD milik Pemprov Jatim itu. Tersangka dan barang bukti yang diserahkan polisi dicek kebenarannya. ”Berkas penuntutannya masih kami susun,” katanya.

Pria kelahiran Aceh itu menyampaikan, kerugian yang diakibatkan perbuatan AF cukup tinggi. Hasil audit keluar angka Rp 4 miliar lebih. Tetapi, pihak keluarga mengganti uang nasabah yang diduga digelapkan itu.

Sisa uang nasabah yang belum diganti Rp 48 juta. Penggantian uang nasabah yang diduga digelapkan perempuan yang lahir pada 27 Maret 1988 itu tidak berpengaruh terhadap proses hukum. Meski uang diganti, proses hukum tetap jalan. ”Ya (proses hukum) tetap jalan,” kata mantan Aspidsus Kejati Aceh itu.

Sementara AF tidak memberi keterangan kepada awak media. Dia hanya sedikit protes ketika dipotret oleh wartawan. ”Jangan banyak-banyak,” kata perempuan yang berulang tahun ke-32 pada akhir Maret itu saat berada di mobil tahanan Kejari Pamekasan.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Andri Setya Putra mengatakan, proses hukum selanjutnya menjadi kewenangan Korps Adhyaksa. Proses hukum itu akan dilanjutkan dengan tahap penuntutan di pengadilan. ”Setelah dilimpahkan, sudah jadi kewenangan kejaksaan,” katanya.

(mr/luq/pen/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia