alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Gunakan Uang Perusahaan, Teller Bank Ditahan

11 Maret 2020, 10: 53: 43 WIB | editor : Abdul Basri

MENUJU TAHANAN: Tersangka Mukmin Hanafi (mengenakan rompi tahanan) digelandang ke mobil tahanan di kantor Kejaksaan Negeri Sumenep kemarin.

MENUJU TAHANAN: Tersangka Mukmin Hanafi (mengenakan rompi tahanan) digelandang ke mobil tahanan di kantor Kejaksaan Negeri Sumenep kemarin. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep menetapkan Mukmin Hanafi sebagai tersangka penyalahgunaan rekening kas perusahaan kemarin (10/3). Sekitar pukul 12.55, karyawan BRI Cabang Sumenep itu digiring menuju mobil tahanan dengan mengenakan rompi merah.

Penetapan tersangka pria asal Kecamatan Batuan itu bernomor 01/M.5.34/Fd.1/03/2020 tertanggal 10 Maret 2020. Selama 20 hari ke depan, Mukmin Hanafi dititipkan di Rutan Kelas II-B Sumenep.

Kepala Kejari Sumenep Djamaluddin menyatakan, tersangka ditahan atas tindakannya yang merugikan negara. Itu dilakukan untuk memudahkan penyidik melakukan pengembangan penyidikan.

Di tempat kerjanya, Mukmin Hanafi bekerja sebagai teller. Dalam melancarkan aksi, Hanafi memanfaatkan uang setoran nasabah untuk kepentingan pribadi. Kemudian, tersangka mengganti uang nasabah yang diambil dengan uang kas perusahaan. Dengan demikian, nasabah tidak merasa dirugikan oleh pihak bank.

”Ditetapkan tersangka karena penyidik telah berhasil memperoleh dua alat bukti. Sebagaimana pasal 184 ayat 1 KUHP sehingga cukup layak untuk menetapkan tersangka dan melakukan penyidikan khusus,” jelasnya.

 Sebelum menetapkan tersangka, penyidik melakukan pemeriksaan kepada 23 saksi. Di antaranya, 12 saksi dari pihak nasabah dan sisanya dari pihak bank.

Selama 10 bulan uang itu disalahgunakan oleh tersangka. Yakni, sejak Maret 2018 hingga Desember 2018. Akibatnya, kerugian negara mencapai Rp 800 juta.

Hanafi dijerat pasal 2 subsider pasal 3 juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tersangka terancam hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun.

”Hasil pemeriksaan, pelaku melakukan sendirian. Tapi, penyidik berkomitmen akan melakukan pengembangan, termasuk kepada aktor intelektual di balik pelaku,” janjinya.

Di tempat terpisah, Pemimpin BRI Cabang Sumenep Hajar Sasongko membenarkan salah satu stafnya ditahan oleh kejari karena menyalahgunakan rekening perusahaan. Namun, dia enggan memaparkan lebih detail. ”Itu sudah kami limpahkan kepada kejaksaan. Statemennya mengikuti pihak kejaksaan saja,” ucapnya singkat. (jun)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia