alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Kurir Setengah Kilogram Narkoba Keok

11 Maret 2020, 10: 46: 27 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERKUTIK: Dua tersangka penyalahgunaan narkoba dijaga ketat polisi menuju ruang tahanan Mapolres Sampang.

TAK BERKUTIK: Dua tersangka penyalahgunaan narkoba dijaga ketat polisi menuju ruang tahanan Mapolres Sampang. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Syafiudin, 36, dan Umar, 44, harus mendekam di ruang tahanan. Warga asal Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, itu kedapatan menyimpan setengah kilogram narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Mereka dibekuk Tim Opsnal Satnarkoba Polres Sampang Senin (9/3) pukul 08.30. Penggerebekan dipimpin Kasatnarkoba Polres Sampang AKP Hari Siswo bersama sembilan anggotanya. Polisi berhasil mengamankan SS lebih kurang setengah kilogram.

Saat digerebek, dua kurir tersebut bersama dua temannya. Nmaun, dua teman lainnya melarikan diri. ”Penangkapan dilakukan di sekitar rumah Syaifuddin. Ada empat orang sebenarnya. Tapi, yang berhasil ditangkap hanya dua orang,” terang Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Saputra kemarin (10/3).

Setengah kilogram SS tersebut sudah dikemas dalam paket 100 gram. Rencananya, barang itu diantarkan kepada pemesan. ”Jadi, kurir ini memperoleh keuntungan jutaan dalam sekali ngirim. Pengakuan tersangka jutaan, tapi masih didalami. Kemungkinan sampai puluhan juta,” terang mantan Kapolres Trenggalek itu.

Saat ini polisi mengejar dua kurir lainnya yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Penyidik juga mengembangkan pengusutan kasus tersebut berdasar keterangan tersangka. ”Target kami, bandar segera ditangkap, siapa pemilik asli setengah kilogram sabu-sabu itu. Semoga cepat terungkap,” harapnya.

Menurut Didit, jika diuangkan, SS yang akan diedarkan dua kurir tersebut lebih kurang setengah miliar. Pihaknya berkomitmen menumpas narkoba dari Sampang.

”Tak sikat semuanya. Narkoba harus jadi musuh kita bersama. Sebab, narkoba ini sangat merusak moral bangsa,” tegasnya.

Didit mengimbau kepada seluruh warga Sampang supaya cepat memberikan informasi jika ada hal yang mencurigakan di sekitar tempat tinggalnya. Tanpa bantuan warga, tugas polisi tidak akan berjalan lancar.

”Tersangka kami ancam pasal 112 dan 114 dengan hukuman minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun. Semoga keduanya dijatuhi hukuman maksimal,” tandasnya.

Kepada awak media, kedua tersangka mengaku baru sekali menjadi kurir. ”Baru satu kali ini saja. Saya mendapat upah satu juta dibagi dua,” jawab Syaifuddin dan Umar secara bergantian.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia