alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kabur, Polisi Dor Betis Perampok Toko Susu

10 Maret 2020, 05: 29: 35 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERKUTIK: Afif bin Abdul Hakim, warga Jalan Jembatan Baru, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, didampingi Kapolres Sampang AKBP Didit BWS.

TAK BERKUTIK: Afif bin Abdul Hakim, warga Jalan Jembatan Baru, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, didampingi Kapolres Sampang AKBP Didit BWS. (RUSYDI ZAINRadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Polisi melubangi betis Afif bin Abdul Hakim dengan peluru. Sebab, pelaku perampokan toko susu berusia  24 tahun itu berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap tim opsnal Satreskrim Polres Sampang di rumahnya.

Kemarin (9/3), perampok yang menggunakan airsoft gun saat beraksi itu dirilis langsung oleh Kapolres Sampang ABKP Didit Bambang Wibowo Saputra (BWS). Berdasar hasil pemeriksaan, motif pelaku nekat merampok karena butuh uang untuk membayar cicilan sepeda motornya.

”Sebenarnya, sebelum merampok di toko susu, pelaku hendak melakukan aksinya di salah satu toko di Desa Aengsareh. Tapi, aksinya tersebut tidak berhasil,” ujarnya.

Menurut Didit BWS, kasus tersebut terungkap setelah polisi melacak sepeda motor yang digunakan pelaku, yaitu sepeda motor warna merah nopol B 5556 TEN.

”Kami berkoordinasi dengan tim resmob Polres Metro Jakarta Timur untuk mengetahui identitas pemilik kendaraan. Setelah ditelusuri ke salah satu rumah di Jakarta Timur, sepeda motor tersebut ternyata atas nama istri pelaku,” imbuhnya.

Dijelaskan, istrinya menyatakan bahwa sepeda motor tersebut dibawa suaminya ke Pamekasan. ”Setelah berkoordinasi dengan tim opsnal Satreskrim Polres Pamekasan, terdeteksi lokasi pelaku. Selanjutnya, polisi melakukan penggerebekan dan penangkapan,” terang Didit BWS.

Mantan Kapolres Trenggalek itu menambahkan, pelaku melakukan perlawanan saat akan disergap tim opsnal Satreskrim Polres Sampang. ”Dia (pelaku, Red) berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Karena itu, anggota melakukan tindakan terarah dan terukur. Dilubangi betisnya,” tegasnya.

Didit BWS menambahkan, senjata yang digunakan pelaku saat beraksi tidak terdaftar di Perbakin. Pengakuan pelaku, senjata tersebut dibeli seharga Rp 3 juta. ”Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, Hj Zahroh, selaku korban yang dihadirkan di mapolres mengucapkan terima kasih atas kerja keras Kapolres Sampang dan jajaran. Wanita 60 tahun itu senang karena pelakunya sudah tertangkap. ”Alhamdulillah, pelakunya sudah tertangkap. Hukum yang berat pelaku itu,” singkatnya. 

(mr/rus/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia