alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Buru Penyebar Video Beras Sintetis

Hasil Uji Laboratorium Negatif

08 Maret 2020, 22: 33: 54 WIB | editor : Abdul Basri

BERI PENJELASAN: Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan keterangan di ruang kerjanya.

BERI PENJELASAN: Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan keterangan di ruang kerjanya. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP ­– Pertengahan Januari lalu, masyarakat dihebohkan dengan edaran rekaman video beras sintetis. Dalam rekaman itu disampaikan beras mengandung bahan plastik dan tidak layak konsumsi. Bahkan, beras itu diakui hasil bantuan pemerintah.

Sontak, video tersebut meresahkan masyarakat. Lebih-lebih bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Pemkab Sumenep merespons untuk memastikan kebenaran video tersebut. Hal itu juga menjadi perhatian kepolisian melalui satgas pangan yang dibentuk untuk mengawal distribusi bantuan sembako.

Mereka mengambil sampel beras yang dimaksud untuk diujikan ke laboratorium berbeda. Pertengahan Februari lalu, teka teki beras yang diduga sintetis itu terjawab. Dinas Sosial Sumenep mengumumkan bahwa hasil uji coba dari sampel beras tersebut negatif.

Artinya, beras yang sempat viral diberikan beras plastik itu tidak benar dan layak dikonsumsi. Namun, saat itu hasil uji yang dilakukan satgas pangan Polres Sumenep belum keluar. Sehingga, belum menjawab seutuhnya rasa penasaran masyarakat.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, walaupun belum dirilis, hasil uji laboratorium dari sampel dugaan beras sintetis sudah diketahui. Hasilnya, juga negatif dan beras itu layak konsumsi.

Masyarakat penerima bantuan sembako diimbau tidak resah dengan pemberitaan beras yang sempat viral. Pihaknya akan melakukan proses hukum kepada pelaku penyebaran video karena perbuatanya sangat meresahkan. Penyebar video itu kurang wawas diri dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Menurutnya, tindakan tegas perlu dilakukan agar masyarakat tidak semena-mena memanfaatkan teknologi. Juga, agar ada efek jera dan menjadi pelajaran kepada pihak lain untuk tidak menyebarkan hoaks. Mengingat, imbas dari pemberitaan bohong itu sangat berabhaya.

”Perbuatan seperti itu bisa tergolong melanggar undang-undang IT. Pasti kita tindak lanjuti. Hanya menunggu waktu saja,” tegas mantan Kapolsek Kota Sumenep itu. (jun)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia