alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Curi Genset untuk Main Game Online

03 Maret 2020, 17: 18: 33 WIB | editor : Abdul Basri

DIINTEROGASI: Ali Topan Arifin mengaku menyesal dan meminta maaf di hadapan polisi karena mencuri genset kemarin.

DIINTEROGASI: Ali Topan Arifin mengaku menyesal dan meminta maaf di hadapan polisi karena mencuri genset kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Ali Topan Arifin, 27, harus merasakan pengapnya ruang tahanan Mapolres Sampang. Pemuda asal Desa/Kecamatan Banyuates itu ditangkap polisi atas dugaan pencurian genset.

Di hadapan polisi dan awak media, Ali mengaku menyesal dan mengakui kesalahannya. Dia berjanji tidak akan mengulangi tindakan itu. ”Saya menyesal sekali,” ungkapnya kemarin (2/3).

Pria kelahiran Sampang, 27 Desember 1992, itu melakukan aksi seorang diri dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Dia mencuri genset 3.000 watt di Desa Terapang, Kecamatan Banyuates, Selasa (25/2) sekitar pukul 05.00.

Namun, Ali tidak langsung menjual genset tersebut. Ali berencana menjual genset tersebut dengan harga Rp 600 ribu. Sebelum barang curiannya laku, dia ditangkap polisi, Jumat (21/2).

”Hasilnya untuk buat main game online seperti mobile legend, makan, dan kebutuhan sehari-hari,” akunya.

Wakapolres Sampang Kompol Mukhammad Lutfi menyampaikan, kasus tersebut ditangani Polsek Banyuates. ”Tersangka diamankan waktu ada di rumah Samad, warga Desa/Kecamatan Banyuates,” bebernya.

Genset tersebut milik Bahrul Ulum. Saat dicuri, genset berada di gudang Liswinanto karena akan diperbaiki. Liswinanto baru mengetahui genset itu hilang saat dia masuk gudangnya.

Atas Perbuatannya, Ali Topan Arifin dikenakan pasal 363 ayat 1 ke-3 c KUHP. ”Ancaman hukumannya 7 tahun penjara,” tukasnya. (bil)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia