alexametrics
Senin, 06 Apr 2020
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan
Ancam Tutup Paksa TPA

Warga Protes Dampak Pencemaran Lingkungan

21 Februari 2020, 06: 02: 42 WIB | editor : Abdul Basri

MINTA KEADILAN: Masyarakat Desa Buluh, Kecamatan Socah, berdemonstrasi di kantor DLH Bangkalan kemarin.

MINTA KEADILAN: Masyarakat Desa Buluh, Kecamatan Socah, berdemonstrasi di kantor DLH Bangkalan kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Forum Komunikasi Pemuda Socah (FKPS) menggelar demonstrasi di depan kantor dinas lingkungan hidup (DLH) kemarin (20/2). Mereka menuntut tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Buluh, Kecamatan Socah, ditutup. Sebab, warga sekitar terkena dampak pencemaran lingkungan.

Korlap Aksi Oktavian Ismail Johansyah mengutarakan, aksi demonstrasi semata-mata untuk masyarakat Desa Buluh. Sebab, jauh sebelum aksi ini digelar, pihaknya sudah berkali-kali menggelar audiensi dengan DLH agar segera penyelesaian persoalan TPA.

Namun, hingga kini tidak ada respons nyata. ”TPA yang ada di Desa Buluh sangat meresahkan. Selain karena overkapasitas, juga tidak ada pengelolaan yang serius,” teriaknya.

Sampah-sampah itu hanya ditumpuk lalu dibakar. Padahal, asapnya mengancam kesehatan warga sekitar. Selain itu, sampah yang dibuang ke Desa Buluh baunya sangat menyengat dan mengganggu aktivitas warga.

”Karena itu, masyarakat Desa Buluh meminta untuk dipindah atau ditutup. Merdekakan Buluh dari sampah,” desaknya.

Oktavian mengaku warga sekitar sudah tidak tahan dengan bau sampah yang ada di TPA. Terlebih, sekarang musim penghujan. ”Enak para pejabat DLH menikmati gedung megah. Sedangkan kami di sana tiap hari menikmati bau tidak sedap,” sindirnya.

Mereka mengancam akan menutup paksa TPA hari ini (21/2). Sebab, ketika dikroscek ke pemerintah desa dan kecamatan,tidak ada satu pun yang mengeluarkan izin TPA tersebut.”Kami juga minta ke DLH, tapi DLH tidak membuktikan. Makanya, besok (hari ini, Red) kami akan tutup,” janjinya.

Menanggapi itu, Sekretaris DLH Bangkalan Joni Artiono mengatakan, sebenarnya terkait TPA di Desa Buluh pihaknya sudah melakukan langkah-langkah. Misal, membentuk UPTD pengelolaan sampah di dekat TPA. ”Tetapi, karena sarprasnya belum memungkinkan, sementara UPTD-nya masih disini. Tapi akan kami lengkapi,” tegasnya.

Joni menyampaikan, pada tahun ini pihaknya sudah menganggarkan satu unit buldoser. Itu upaya untuk pengelolaan TPA. ”Audiensi pertama itu kami belum menganggarkan. Tapi, tahun ini sudah kami anggarkan,” ucapnya.

Berkenaan dengan izin lingkungan TPA, itu ada. Tetapi, masih mau dicari terlebih dahulu. Sebab, kantor DLH baru direhab. ”Kita coba cari lagi. Yang jelas, ada izinnya,” sebutnya.

Joni berharap niat masyarakat untuk menutup TPA jangan sampai terjadi. Sebab, TPA itu merupakan kepentingan bersama. ”Kami mohon kerja samanya,” pintanya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia