alexametrics
Senin, 06 Apr 2020
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota
Reaktivasi Kereta Api

Bupati Sarankan Pakai Infrastruktur Baru

17 Februari 2020, 17: 36: 56 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERFUNGSI: Pengendara melintas di sekitar rel kereta api di Jalan Raya Kamal-Bangkalan, tepatnya di Desa Keleyan, Kecamatan Socah.

TAK BERFUNGSI: Pengendara melintas di sekitar rel kereta api di Jalan Raya Kamal-Bangkalan, tepatnya di Desa Keleyan, Kecamatan Socah. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyambut baik reaktivasi rel kereta api Kamal–Sumenep. Namun, politikus PPP itu menyarankan agar dalam realisasinya nanti menggunakan infrastruktur baru.

Bupati Abdul Latif Amin Imron mengatakan, reaktivasi kereta api Kamal–Sumenep itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Hal tersebut merupakan kabar baik.

Namun, nantinya tidak bisa dipungkiri akan bersentuhan dengan masyarakat yang memiliki bangunan di atas rel. ”Akan bersentuhan langsung dengan warga. Kami sudah sampaikan ke Syafiuddin Asmoro sebagai anggota Komisi V DPR RI,” kata bupati yang akrab disapa Ra Latif itu kemarin (16/2).

Pihaknya juga menyampaikan pada pemerintah pusat agar tidak menggunakan infrastruktur yang lama jika mau diaktifkan lagi. Sebab, akan mengalami kesulitan. ”Kalau rel kereta api dengan infrastruktur yang lama itu sulit. Karena sudah dibangun jalan, permukiman warga, dan lainnya,” ujarnya.

Untuk itu, pilihan lain harus membuat infrastruktur yang baru. Langkah tersebut, menurut Ra Latif, jauh lebih tepat dan tidak menimbulkan gesekan. ”Pokoknya, kalau nanti benar-benar terwujud, ya harus infrastruktur yang baru,” sarannya.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin Asmoro mengaku urusan infrastruktur yang baru dan lama itu soal belakangan. Yang terpenting, proyek-proyek yang masuk dalam Perpes 80/2019 itu terlaksana. Dengan demikian, empat kepala daerah di Madura harus kompak menyongsong realisasi sesuai perpres tersebut.

”Untuk jalur kereta api pakai infrastruktur yang lama atau tidak, itu tidak jadi soal. Tugas kita menyambut baik Perpres 80/2019,” tegasnya.

Politikus PKB itu menyatakan, sejauh ini belum ada pembahasan secara detail berkaitan dengan infrastruktur jalur rel kereta api mau pakai yang lama atau tidak. Menurut dia, lebih baik pakai infrastruktur yang baru.

”Saya ingin melihat geliat para kepala daerah di masing-masing kabupaten. Karena gubernur kita sudah road show ke mana untuk menindaklanjuti Perpres 80/2019,” pungkasnya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia