Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Sampang

Panitia Coret 116 Peserta SKD

13 Februari 2020, 10: 08: 33 WIB | editor : Abdul Basri

Panitia Coret 116 Peserta SKD

Share this      

SAMPANG – Sebanyak 5.200 peserta memiliki kesempatan mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) di Sampang. Namun, tidak semua peserta memanfaatkan peluang tersebut. Satu peserta memilih untuk tidak mengikuti ujian.

Plt Kabid Informasi Kepegawaian dan Pengembangan Karir BKPSDM Sampang Hendro Sugiarto mengatakan, rekrutmen kali ini tidak jauh berbeda dengan seleksi tahun lalu. Pemerintah pusat tetap menggunakan sistem computer assisted test (CAT). CAT ini terdiri atas tes wawasan kebangsaan (TWK), tes inteligensi umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP).

Bedanya, pada rekrutmen kali ini peserta tidak harus mengikuti semua tes. Peserta yang pernah ikut seleksi CPNS boleh tidak ikut tes kompetensi dasar (TKD). Syaratnya, hasil TKD pada seleksi sebelumnya memenuhi nilai ambang batas.

Selain itu, formasi yang dipilih sama dengan tahun sebelumnya. ”Yang tidak ikut SKD hanya satu orang. Dia pernah ikut seleksi CPNS dan masuk dalam nilai P1/TL atau memenuhi passing grade,” katanya kemarin (12/2).

Selain itu, panitia memutuskan untuk menggugurkan 116 peserta. Penyebabnya, peserta tersebut tidak hadir pada saat pelaksanaan SKD. Panitia menilai mereka tidak serius untuk menjadi abdi negara.

”Kami sudah memberikan imbauan kepada peserta agar hadir tepat waktu ketika SKD. Sebab, tes SKD bukan untuk main-main,” ujarnya.

Setiap hari pihaknya mengambil empat sesi kecuali hari pertama. Setiap sesi diikuti 200 peserta. Hingga saat ini terdapat 3 ribu peserta yang sudah mengikuti SKD di SMPN 1 Sampang tersebut.

Sementara itu, peserta tes SKD penerimaan CPNS Pamekasan akan berlangsung pada 15–24 Februari. Keseluruhan peserta sebanyak 5.742 orang tersebut akan disambut dengan metal detector sebelum masuk ke ruangan.

Alat tersebut disediakan tim keamanan satpol PP untuk mendeteksi sekaligus mencegah barang-barang di luar ketentuan. Sehingga barang terlarang itu tidak bisa masuk ruang tes di kompleks kantor BKPSDM Pamekasan.

Kabid Data, Pengadaan dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Pamekasan Suharto menyampaikan, hanya dua jenis barang yang boleh dibawa ke dalam ruangan. KTP dan kartu peserta.

Dia menyampaikan bahwa metal detector ini sangat penting. Yakni, mengantisipasi masuknya barang-barang magis dan benda yang membuat tes tidak berjalan objektif. ”Tahun lalu ada laporan ada yang membawa barang semacam itu,” terangnya.

Tes SKD untuk calon ASN yang akan mengisi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis di Pamekasan itu akan berlangsung 85 sesi. ”Setiap sesi ada 100 peserta dan setiap hari ada yang berlangsung lima sesi dan empat sesi,” ungkapnya.

Suharto berharap semua peserta menaati tata terbit sehingga tes berjalan lancar. ”Dalam tatib, peserta tidak boleh bawa jam tangan, bolpoin. Dan datang terlambat bisa digugurkan,” urainya.

Seorang peserta CPNS Pamekasan Kadarisman Ansyori mengaku tidak punya keinginan untuk membawa benda-benda magis. ”Persiapannya ya giat belajar, berdoa, dan persiapan lahir batin. Kalau bawa jimat, menurut saya itu pemikiran yang awam,” jelasnya. (bil/ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia