Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Sumenep

4.394 Peserta Gugur Tes SKD

Yang Penuhi Passing Grade Hanya 32 Persen

08 Februari 2020, 15: 41: 19 WIB | editor : Abdul Basri

4.394 Peserta Gugur Tes SKD

Share this      

SUMENEP – Pelaksanakan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Sumenep tuntas. Sebanyak 4.394 peserta dinyatakan tidak lolos tahapan ini.

Hanya ada 1.958 peserta yang dinilai memenuhi passing grade (PG). Namun, mereka belum bias bernapas lega. Sebab, pantia hanya mengambil 930 orang untuk mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) berdasarkan ranking nilai.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Abdul Madjid menyampaikan, ketentuan nilai ambang batas pelaksanaan tes seleksi berbasis computer assisted test (CAT) untuk formasi umum yakni 271 poin. Terbagi atas tes karakteristik pribadi (TKP) 126 poin, tes intelegensia umum (TIU) 80 poin, dan tes wawasan kebangsaan (TWK) 65 poin.

Untuk formasi disabilitas peserta harus mengumpulkan nilai minimal 260 poin. Dengan catatan, TIU minimal 70 poin. Sedangkan untuk nilai tes lainnya tidak ditentukan.

Untuk formasi cum laude, peserta harus mencapai nilai TIU 85 poin. Untuk total nilai yang harus dikumpulkan bagi peserta formasi ini minimal 271 poin.

”Banyak yang tidak memenuhi ketentuan PG. Walaupun bisa mengumpulkan 280 poin tapi nilai TWK tidak mencapai ketentuan, tetap gugur,” tegasnya kemarin (7/2).

Sementara peserta gugur karena tidak mengikuti tes sebanyak 347. Sedangkan 20 orang di antaranya tidak bisa mengikuti tes karena terlambat memasuki ruangan.

Diterangkan, peserta yang memenuhi PG belum tentu bisa lulus SKD. Sebab, dari 1.958 peserta yang memenuhi nilai ambang batas akan kembali disaring berdasarkan pe-ranking-an. Setiap satu kursi CPNS akan dipilih tiga peserta dengan raihan nilai tertinggi tes SKD untuk lanjut ke tahap SKB.

Madjid memaparkan, kuota CPNS 2019 di lingkungan Pemkab Sumenep berdasarkan keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) tersedia 310 kursi. Perinciannya, tenaga pendidikan 103 kursi, tenaga teknis 67 kursi, tenaga kesehatan 95 kursi, dan tenaga teknis pertanian 45 kursi.

Artinya, kata Madjid, peserta yang memenuhi PG hanya akan diambil sekitar 930 orang untuk lanjut ke tahap SKB. Namun, angka tersebut belum bisa dipastikan. Sebab, ketentuan kelulusan tes merupakan kewenangan penuh Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

”Pengumuman dari pusat. Setiap satu kuota CPNS akan dipilih tiga peserta dengan nilai tertinggi,” papar Madjid.

Berdasarkan informasi yang diterima lembaganya, SKB akan digelar pekan ketiga Maret 2020. Pelaksanaan direncanakan tetap menggunakan gedung SKB Kecamatan Batuan.

Madjid mengaku tidak menyangka saat tes SKD jumlah peserta dari luar daerah cukup banyak. Seperti dari Sumatera, Lampung, Aceh, Jogjakarta, Lamongan, Salatiga, Gresik, Bandung, dan berbagai daerah lain di Indonesia.

”Kebanyakan mereka mendaftar untuk formasi tenaga teknis pertanian. Formasi ini saya rasa paling banyak se-Jawa Timur. Kuotanya 43 formasi. Peminatnya juga banyak,” ujarnya.

Madjid berpesan, selama seleksi CPNS digelar, diharapkan peserta tidak terpengaruh pada calo. Meski, oknum yang mengaku kenal dengan seseorang di internal kepanitiaan seleksi. Sebab, menurutnya, tidak ada peluang untuk calo bermain maupun mengintervensi hasil kelulusan tes.

”Kalau ada yang datang ke rumahnya dan menjamin kelulusan, panggil polisi. Biar langsung ditahan. Karena itu pembohongan,” sarannya.

Pihaknya menyarankan seluruh peserta untuk tetap percaya diri. Lulus dan tidaknya peserta bergantung pada hasil usaha. ”Minta restu dan doa orang tua, belajar. Untuk yang nantinya diumumkan lulus SKD, ketika tes SKB jangan sampai terlambat. Semoga formasi yang ada diisi semua dan sesuai harapan,” tandasnya.

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia