Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

PKB Syaratkan Uji Kompetensi

08 Februari 2020, 15: 34: 02 WIB | editor : Abdul Basri

IKRAR: Kandidat bacabup-bacawabup membaca pakta integritas sebelum ditandatangani di Hotel C1, Sumenep, 29 Desember lalu.

IKRAR: Kandidat bacabup-bacawabup membaca pakta integritas sebelum ditandatangani di Hotel C1, Sumenep, 29 Desember lalu. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP  – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) paling bergeliat menyikapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Tahapan demi tahapan terus dilakukan sebelum memutuskan untuk menjatuhkan rekomendasi.

Setelah penjaringan dan penandatanganan pakta integritas, PKB merencanakan melakukan uji kompetensi dan kelayakan (UKK) sebelum menjatuhkan rekom. Fit and proper test tersebut wajib dilalui oleh lima bakal calon bupati (bacabup) dan dua bakal calon wakil bupati (Bacawabup) yang sudah mendaftar dan melakukan penandatangan pakta integritas.

Ketua DPC PKB Sumenep Imam Hasyim mengakui masih terdapat tahapan yang harus dilalui oleh kandidat yang ingin maju melalui partainya. Hal itu sebagai langkah selektif partainya dalam menentukan sikap dukungan kepada bacabup dan bacawabup.

”Sebagai partai pemenang pemilu di Sumenep, kami tidak main-main dalam pilkada,” tegas Imam kemarin (7/2).

Rencana UKK disampaikan pengurus DPW Jatim kepada dirinya. Awalnya, bakal dilakukan pada Kamis (30/1). Namun ternyata, belum ada pemberitahuan dari DPP PKB  soal fit and proper test itu. Dengan begitu, sampai sekarang belum terlaksana.

”Kan rencana awal UKK untuk kandidat di Sumenep itu akan digabung dengan Ponorogo. Saya komunikasi dengan yang di Ponorogo juga belum terlaksana,” imbuhnya.

Mantan ketua DPRD Sumenep itu mengaku pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari DPP soal pelaksanaan UUK. Karena pihaknya hanya memfalitasi, sementara UKK menjadi kewenangan DPP PKB.

”Kami menunggu saja. Kalau sudah ada kepastian, akan kami undang semua kandidat yang sudah mendaftar,” katanya.

Sampai saat ini dari 5 bacabup dan 2 bacawabup, tak ada yang mengundurkan diri. Mereka yang berebut rekom bacawabup itu Muh. Unais Ali Hisyam, Fattah Jasin, Nurfitriana, Moh. Salahuddin A. Warist dan Donny M. Siraj. Sedangkan yang berebut rekom bacawabup yaitu Achmad Yunus dan Nur Faizin.

Imam menegaskan, sampai saat ini partainya belum memutuskan apakah akan berkoalisi di Pilkada 2020. Sebab, secara administratif partainya dapat mengusung calon tanpa koalisi dengan partai lain. Itu dikarenakan perolehan kursi di DPRD Sumenep pada Pemilu 2019 lalu PKB meraih 10 kursi.

”Sampai saat ini belum ada perintah dari DPP, untuk koordinasi dengan partai mana saja. Jadi kami menunggu petunjuknya dulu. Kalau sudah ada, pasti kami bergerak,” ungkapnya.

Kendati demikian, pria asal Kecamatan Bluto itu tidak menampik banyak menjalin komunikasi elite parpol. Dia menganggap itu hal wajar menjelang pilkada dan partainya sebagai pemenang pemilu. ”Banyak yang mau bergabung. Saya kira itu biasa karena PKB sebagai pemenang pemilu,” tuturnya.

Sementara salah satu bacabup Muh. Unais Ali Hisyam mengaku sudah mendengar UKK yang harus dilalui. Dia optimistis tidak akan kesulitan meski harus melalui UKK. Sebab, Unais merupakan salah satu kader PKB. ”Kami siap meski karus melalui UKK,” katanya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia