Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Lari ke Kalimantan setelah Cabuli Gadis 16 Tahun

08 Februari 2020, 15: 26: 49 WIB | editor : Abdul Basri

TEGANG: Hobir, warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, dijaga polisi bersenjata lengkap, Kamis (6/2).

TEGANG: Hobir, warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, dijaga polisi bersenjata lengkap, Kamis (6/2). (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Hobir, 46, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pria asal Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, ini diduga telah mencabuli gadis berinisial BA, 16, warga Kecamatan Ketapang.

Akasi bejat tersebut terjadi pada 14 Januari lalu. Hobir yang bekerja sebagai kuli bangunan saat itu masuk ke salah satu kamar yang di dalamnya ada BA. Kemudian, meminta BA mengambilkan benang untuk mengukur lantai yang akan disemen.

Tanpa rasa curiga, BA langsung mengambil benang dan menyerahkan kepada Hobir. Pelaku tiba-tiba menampar korban sambil membacakan sesuatu. ”Korban dicabuli di dalam kamar rumahnya,” ungkap Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra kemarin (7/2).

Setelah mencabuli korban, Hobir sempat mengibuli polisi. Dia melarikan diri ke Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Ibu Kota Pangkalan Bun. Namun, Kasatreskrim Polres Sampang dan Kanit UPPA berhasil mendeteksi keberadaan pelaku.

”Usai mencabuli anak itu, pelaku ini melarikaan diri ke Kalimantan tengah wilayah Pangkalan Bun. Setelah ditangkap, dijemput langsung oleh Kasatreskrim,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku kini ditahan di Mapolres Sampang. ”Hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun serta denda lima belas miliar rupiah,” jelasnya.

Hobir mengaku melarikan diri karena takut ditembak polisi. Dirinya langsung berangkat ke Kalimantan Tengah untuk bersembunyi. ”Takut ditembak, makanya saya melarikan diri. Saya menyesal,” tuturnya.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia