Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Features

Syafiuddin Asmoro Bahas Lebih Detail Pembangunan Pulau Garam

Harus Siapkan SDM Mumpuni untuk Bangun Madura

03 Februari 2020, 09: 42: 14 WIB | editor : Abdul Basri

DEMI PERCEPATAN PEMBANGUNAN: H. Syafiuddin Asmoro memberikan penjelasan di Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura lantai 5, Jumat (31/1).

DEMI PERCEPATAN PEMBANGUNAN: H. Syafiuddin Asmoro memberikan penjelasan di Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura lantai 5, Jumat (31/1). (HELMI YAHYA/RadarMadura.id)

Share this      

Anggota Komisi V DPR RI H. Syafiuddin Asmoro melakukan kunjungan kerja ke Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Jumat (31/1). Agenda utamanya, membahas percepatan pembangunan Madura dengan kampus negeri terbesar di Pulau Garam itu.

HELMI YAHYA, Bangkalan, RadarMadura.id

REKTOR UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si. bersama anggota Komisi V DPR RI H. Syafiuddin Asmoro, S.Sos. memasuki ruang 502 Graha Utama UTM lantai 5 saat jarum jam menunjukkan pukul 08.30. Pertemuan di Jumat pagi (31/1) yang cerah itu membahas percepatan pembangunan di Madura.

Pembahasannya mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Jajaran rektorat, dekan, dan tim ekonomi UTM juga terlibat dalam pembahasan.

Acara diawali dengan doa. Lalu, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian, Rektor UTM memberikan sambutan. Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si., mengatakan, pertemuan seperti itu memang butuh dilakukan berulang-ulang sembari mengenang masa lalu dan merencanakan masa depan Madura.

”Saya merasa bangga dan terhormat jika orang-orang hebat seperti Pak Syafiuddin mau mampir ke UTM,” katanya.

Pembicaraan mengenai pembangunan Madura tersebut direncanakan dan dikonsep dengan baik. Yakni, dengan mengumpulkan dekan dari setiap fakultas, serta tim ekonomi yang sudah merancang dan melakukan penelitian mengenai kekurangan dan kebutuhan mengenai pengembangan Madura.

”Saya sengaja mengumpulkan mereka semua untuk membahas Perpres 80/2019 dengan anggota Komisi V DPR RI H. Syafiuddin Asmoro,” terangnya.

Setelah rektor, giliran H. Syafiuddin Asmoro, S.Sos. memberikan sambutan. Politikus PKB itu menyampaikan, membangun Madura tentunya tanggung jawab bersama. ”Kalau seperti saya bisanya hanya mendengarkan dan menyampaikan, kalau perihal mengkaji dan penelitian itu bukan keahlian saya,” ujarnya.

Syafiuddin mengungkapkan rasa senangnya telah mendapatkan sambutan yang sangat baik dari UTM. ”Saya harap dalam pertemuan kali ini, teman-teman civitas academica UTM dapat memberikan rekomendasi dan solusi sebagai cara memaksimalkan dan memajukan pembangunan di Madura,” harapnya.

Diskusi tersebut dimulai dengan pengantar Rektor UTM. Muh. Syarif menerangkan, membangun Madura memang salah satu tujuan dan visi misi UTM. Tetapi, pihaknya tidak akan mampu maksimal jika tidak memiliki dukungan kuat dari tokoh penting setiap daerah, dalam hal ini empat bupati.

”Saya sudah berkali-kali mencoba mempertemukan keempat bupati, tapi tidak pernah berhasil, selalu saja tidak lengkap,” ungkap pria asal Sampang itu.

Sampai saat ini, pertumbuhan ekonomi Madura masih di 4,4 persen. Padahal harapannya dengan adanya Jembatan Suramadu, perkembangan ekonomi Madura sudah 8 persen.

Namun, adanya Jembatan Suramadu belum bisa memberikan perkembangan pembangunan di Madura. ”Oleh karena itu, saya harap dengan kedatangan anggota Komisi V DPR RI H. Syafiuddin Asmoro, S.Sos. ke UTM dapat membawa beberapa aspirasi dan rekomendasi untuk dibicarakan di kalangan legislatif nantinya,” harapnya.

Ada beberapa rekomendasi yang disampaikan tim ekonomi UTM. Di antaranya, kesiapan masyarakat dan sumber daya manusia (SDM) Madura belum cukup mampu. Oleh karena itu, harus dikembangkan melalui sektor pendidikan. Lalu, potensi pariwisata yang melimpah belum tersentuh dan tidak dapat diakomodasi dengan baik. Sebab, masyarakat masih kurang pemahaman.

Selain itu, dana yang akan dialokasikan untuk pembangunan juga harus diperjelas. Apakah akan menggunakan APBN atau akan melibatkan pihak ketiga. ”Banyak hal yang menjadi masukan dan harapan agar segera mendapatkan kejelasan keputusan, sehingga pembangunan Madura dapat segera dilaksanakan,” tambah Muh. Syarif di akhir kesimpulan.

H. Syafiuddin Asmoro menyatakan kesiapannya dalam membantu pembangunan Madura. Dimulai dari rencana mengumpulkan empat bupati dan upaya menyatukan pemikiran agar tidak hanya mengembangkan masing-masing daerah, tetapi fokus pada Madura. ”Akan segera saya agendakan untuk mengumpulkan keempat bupati,” janjinya.

Menurut Syafiuddin, membangun Madura tidak bisa dari satu sektor atau satu pihak saja. Song osong lombung yang menjadi slogannya itu sangat cocok dalam agenda pembangunan Madura.

Jadi tidak hanya ulama dan umara, melainkan tokoh masyarakat dan blater juga harus diikutkan dalam rencana pembangunan ini. ”Sembari itu saya harap UTM akan menjadi penengah melalui mahasiswanya yang tersebar di setiap daerah,” sambungnya.

UTM harus menjadi laboratorium Madura. Baik dalam mendidik mahasiswa atau melakukan riset dan kajian berkaitan dengan peluang pertumbuhan Madura dari berbagai sektor. Dengan begitu, nantinya pembangunan dapat tepat sasaran dan cepat terlaksana.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia