Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Features

Adik Gus Dur Wafat, Alumni Tebuireng Ajak Rakyat Indonesia Lakukan Ini

03 Februari 2020, 08: 40: 34 WIB | editor : Haryanto

KHARISMATIK: KH Salahuddin Wahid saat menghadiri pernikahan putri Gubernur Jatim di Jemursari pada 28 Juni 2019 lalu.

KHARISMATIK: KH Salahuddin Wahid saat menghadiri pernikahan putri Gubernur Jatim di Jemursari pada 28 Juni 2019 lalu. (Nova Haryanto for RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang berduka. Sebab, KH Salahuddin Wahid wafat. Ucapan belasungkawa terus mengalir kepada ulama kelahiran 11 September 1942 itu.

Kepergian almarhum menyisakan duka mendalam bagi alumni. Semasa hidup, alumni menyatakan adik Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur, Red) itu sosok dan ulama yang soleh.

Alfian, salah satu alumni Ponpes Tebuireng mengaku cukup mengenal sang guru. Sebab, mondok sejak tahun 1999 sampai 2003. "Saya bersaksi beliau guru dan ulama yang baik," ujarnya.

KEHILANGAN: Alfian berduka usai menerima kabar wafatnya sang guru.

KEHILANGAN: Alfian berduka usai menerima kabar wafatnya sang guru. (Istimewa)

Menurutnya, almarhum dalam sebuah kesempatan mengingatkan kepada santri agar kian tekun belajar serta memperdalam ilmu agama. Tapi, beliau juga tidak lupa mengingatkan santri belajar ilmu lainnya.

"Almarhum saat itu menegaskan, semua ilmu pada dasarnya baik. Karena itu, harus dipelajari dan diamalkan. Beliau tidak ingin umat Islam gampang ditipu," imbuh pria yang berprofesi sebagai advokat itu.

Dijelaskan, KH Salahuddin Wahid (Gus Solah, Red) juga getol mengajarkan tentang pluralisme dan kebangsaan. "Kenapa alumni Tebuireng jauh dari sifat radikal? Itu semua berkat ajaran beliau," tegas Alfian.

Untuk mengenang jasa almarhum, Alfian mengajak segenap alumni dan rakyat Indonesia mengamalkan ilmu yang diajarkan Gus Solah. "Cara terbaik mengenang beliau dengan mengamalkan ajarannya," pungkasnya.

Perlu diketahui, KH Salahuddin Wahid wafat di RS Harapan Kita Jakarta pada Ahad (2/2) sekitar pukul 20.55. Cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari itu wafat pada usia 77 tahun. (*)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia