Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Sastra & Budaya

Pertama, Sastra Madura Dapat Hadiah Rancage

01 Februari 2020, 17: 03: 38 WIB | editor : Abdul Basri

BERSEJARAH: Sastrawan Madura Mat Toyu (tiga dari kanan) foto bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage Ajip Rosidi (kiri) dan beberapa penerima Hadiah Sastra Rancage lainnya di Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, kemarin.

BERSEJARAH: Sastrawan Madura Mat Toyu (tiga dari kanan) foto bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage Ajip Rosidi (kiri) dan beberapa penerima Hadiah Sastra Rancage lainnya di Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, kemarin. (MAT TOYU FOR RadarMadura.id)

Share this      

MAJALENGKA – Untuk pertama kalinya, sastra Madura tercatat sebagai salah satu peraih Hadiah Sastra Rancage. Penghargaan tersebut diraih oleh sastrawan Mat Toyu. Dia mendapatkan hadiah dari Yayasan Kebudayaan Rancage atas karya kumpulan cerpen berbahasa Maduranya yang berjudul Kerrong ka Omba’.

Kerrong ka Omba’ merupakan kumpulan cerita pendek karya Mat Toyu yang diterbitkan penerbit Sulur. Buku ini memuat 17 careta pandha’ (carpan). Sebelas di antaranya pernah dimuat di halaman Sastra Budaya Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Sedangkan empat cerpen yang lain pernah dimuat di majalah Jokotole. Hanya dua cerpen yang belum terbit di media.

Dalam keputusan panitia perihal Hadiah Sastra Rancage 2020 disebutkan, secara umum, cerita dalam buku ini menggambarkan kehidupan di pedesaan yang memukau. Di sana tercermin akhlak dan kekerabatan yang begitu kuat. Penghormatan terhadap perempuan dan keakraban anak muda dengan orang tua diceritakan secara menarik. Narasi dan dialog dalam buku ini disusun dengan bahasa yang segar, jauh dari penuturan yang membosankan. Pengarang juga menguasai teknik bercerita yang baik.

PRESTISIUS: Sastrawan Madura Mat Toyu (kanan) menerima penghargaan Hadiah Sastra Rancage 2020 yang diserahkan oleh Prof. Dr. Ganjar Kurnia, DEA kemarin.

PRESTISIUS: Sastrawan Madura Mat Toyu (kanan) menerima penghargaan Hadiah Sastra Rancage 2020 yang diserahkan oleh Prof. Dr. Ganjar Kurnia, DEA kemarin. (RadarMadura.id)

Catatan panitia, Hadiah Sastra Rancage 2020 merupakan yang ke-32 kalinya untuk sastra Sunda, ke-26 kalinya untuk sastra Jawa, ke-22 kalinya untuk sastra Bali, kelima kalinya untuk sastra Lampung, keempat kalinya untuk sastra Batak, dan pertama untuk sastra Madura. Hingga tahun ini Yayasan Kebudayaan Rancage sudah mengumumkan 115 judul buku terbaik peraih Hadiah Sastra Rancage dan Samsoedi.

Kepada JPRM, Mat Toyu mengaku senang mendapatkan hadiah ini. Menurut dia, penghargaan ini sekaligus membuktikan bahwa sastra tulis Madura tidak mati. Karena itu, Hadiah Sastra Rancage ini tidak hanya untuk dirinya sendiri. Tetapi, penghargaan bagi Madura secara umum.

Lulusan MTs-MA Mambaul Ulum Gapura, Sumenep, itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam penerbitan bukunya yang kedua itu. Bukunya yang pertama juga kumpulan cerpen Madura. Delapan dari sembilan carpan di buku itu juga pernah dimuat di JPRM. Bahkan, buku bersampul merah ini juga diluncurkan di Gardu Budaya JPRM Sumenep.

”Penghargaan ini sekaligus menjadi tantangan bagi sastrawan Madura. Sebisa mungkin penerbitan buku sastra berbahasa Madura ada setiap tahun. Bahkan, harus semakin semarak,” kata pemuda asal Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep, tersebut.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia