Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Sales Minuman Nyambi Jadi Mucikari

31 Januari 2020, 07: 15: 02 WIB | editor : Abdul Basri

DITANYA: Eko Rachman, 23, warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, diinterogasi oleh Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi kemarin.

DITANYA: Eko Rachman, 23, warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, diinterogasi oleh Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi kemarin. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP ­– Banyak cara yang dilakukan untuk menambah penghasilan. Bahkan, ada yang tetap melakukan perbuatan terlarang. Seperti yang dilakukan Eko Rachman, 23, warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Sumenep.

Tidak cukup berprofesi sebagai sales air salah satu perusahaan swasta. Untuk menambah penghasilan, dirinya nyambi menjadi mucikari. Dia menawarkan jasa pelayanan hubungan seksual kepada lelaki hidung belang dengan menyiapkan perempuan.

Namun, perbuatannya terendus Satreskrim Polres Sumenep. Dia diringkus polisi saat berada di Hotel Safari Sumenep pada Rabu malam (29/1). Eko diamankan polisi sekitar pukul 20.00 bersama dua orang perempuan.

Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi mengungkapkan, penangkapan itu terkait kasus perdagangan orang. Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan informasi masyarakat. Sebelum terjadi kesepakatan dengan pelanggan, tersangka terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan PSK yang siap melayani.

”Ketika penggerebekan, aktivitas itu telah terjadi, dan disita uang sebesar Rp 1,2 juta. Masing-masing perempuan dihargai Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Kedua PSK yang juga ikut diamankan berinisial AN, 20, warga Kecamatan Pasean, Pamekasan dan AA, 22, warga Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Keduamya juga menjalani pemeriksaan dengan status sebagai saksi.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menambahkan, aktivitas sehari-hari tersangka sebagai sales air mineral. Lingkup operasinya hanya di wilayah Sumenep. ”Tersangka bekerja sebagai sales minuman yang beroperasi di sekitar Kabupaten Sumenep,” jelas Widi.

Eko mengaku aktivitasnya telah dilakukan sejak 2019. Setiap transaksi mengambil keuntungan Rp 100 ribu per PSK. Masing-masing PSK dihargai sebesar Rp 500 ribu. ”Saya menggunakan handphone untuk menghubungi pelanggan dan sekitar 10 kali sudah mengantar PSK untuk melayani lelaki yang pesan,” akunya. (jun)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia