Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Bupati Bangga Putra Daerah Produksi Sarung Sutera Manila Berkualitas

28 Januari 2020, 18: 56: 27 WIB | editor : Haryanto

SUKSES: Dari kiri, perajin Sarung Sutera Manila, Lukman Hakim, Bupati R. Abdul Latif Amin Imron dan Dirut CV Tunas Karya Jaya Suhul Anam foto bersama di sela-sela launching.

SUKSES: Dari kiri, perajin Sarung Sutera Manila, Lukman Hakim, Bupati R. Abdul Latif Amin Imron dan Dirut CV Tunas Karya Jaya Suhul Anam foto bersama di sela-sela launching. (Dafir Falah/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Sarung Sutera Manila dan songkok odeng Manila dilaunching, Selasa (28/1). Produk lokal kebanggaan orang Bangkalan itu didukung penuh Bupati R. Abdul Latif Amin Imron.

Menurut bupati, secara pribadi dan sebagai kepala daerah sangat bangga dilauchingnya sarung sutera Manila dan songkok odeng Manila. Sebab, buatan putra daerah Bangkalan.

”Selamat sarung sutera Manila dan songkok odeng Manila dilaunching. Terus terang saya bangga,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ra Latif itu mengatakan, sarung sutera Manila diyakini menjadi sarung khas Madura. Karena itu, dia menghimbau kepada masyarakat untuk membeli dan mengenakan sarung sutera Manila.

”Mari cintai produk lokal seperti sarung sutera Manila. Karena buatan asli orang Bangkalan,” imbaunya.

Ra Latif menjelaskan, sarung sutera Manila enak dipakai. Bahkan, bahannya sangat halus. ”Pokoknya nyaman kalau dipakai,” ucap bupati.

Ke depan, lanjutnya, pemkab siap memberi pendampingan. Terutama, dalam hal promosi. Produk karya putra daerah harus diperkenalkan. Sebab, menjadi kebanggaan bersama.

”Ternyata putra daerah Bangkalan bisa menghasilkan produk unggulan seperti sarung ini. Kualitasnya tidak kalah saing dengan sarung-sarung yang lain,” paparnya.

Sementara itu, Lukman Hakim, perajin sarung sutera Manila, mengatakan, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Bangkalan bisa memproduksi barang berkualitas.

”Sarung sutera Manila ini, sarung khas Madura berkualitas raja dan harga rakyat jelata. Itu selogan kami,” katanya.

Lukman menginginkan ada pendampingan dari pemerintah. Terutama, dalam hal promosi. ”Kami bukan hanya jualan sarung, tapi juga memperkenalkan Bangkalan,” sebutnya.

Pria berkumis itu menambahkan, sejauh ini produksinya masih di Gresik. Tidak lama lagi akan dipindah ke Bangkalan. ”Sarung lokal, tapi kualitasnya bertaraf internasional,” pungkasnya. (daf)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia