Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan
Sebelas Orang Ambil Formulir

Penjaringan Bakal Cabup-Cawabup Partai Demokrat

28 Januari 2020, 08: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Penjaringan Bakal Cabup-Cawabup Partai Demokrat

Share this      

SUMENEP – Masa pengambilan formulir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) DPC Partai Demokrat Sumenep ditutup kemarin (27/1). Panitia desk pemilihan kepala daerah (pilkada) partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mencatat ada sebelas orang yang telah mengambil formulir pendaftaran.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Sumenep Indra Wahyudi memaparkan, belasan pengambil formulir pendaftaran itu terdiri dari posisi cabup dan cawabup. Untuk pengambil formulir cabup sebanyak delapan orang. Sementara tiga orang lainnya mengambil formulir pendaftaran untuk posisi cawabup.

”Termasuk saya sendiri ikut mengambil formulir cawabup. Latar belakang pengambil formulir beragam, mulai dari birokrat, politisi, pengusaha, hingga aktivis,” jelasnya kemarin.

Diterangkan, jumlah pengambil formulir ke partainya cukup membeludak. Setelah tahapan pengambilan, selanjutnya para pendaftar diberi waktu untuk mengembalikan formulir mulai Selasa (28/1) hingga Senin (3/2).

Indra menjelaskan, DPC hanya diberi tugas untuk melakukan penjaringan. Semua keputusan menjadi kewenangan penuh DPP Partai Demokrat. Nama-nama pendaftar yang nantinya sudah mengembalikan formulir akan diserahkan ke DPD untuk disampaikan kepada DPP.

Setelah itu, lanjut Indra, DPP akan melakukan uji kepatutan. Salah satu ketentuan seleksi yang harus dilakukan seluruh pendaftar, yakni melaksanakan survei elektabilitas. Sebab, DPP Partai Demokrat menetapkan hasil survei sebagai salah satu indikator untuk memberikan rekom bakal cabup dan cawabup.

”Salah satu indikatornya hasil survei. Ada sekitar 15 lembaga survei yang direkomendasikan oleh DPP. Di antaranya LSI, SMRC, dan lembaga survei kredibel lainnya,” jelas wakil ketua DPRD Sumenep itu.

Menurut Indra, setiap pendaftar dengan elektabilitas tertinggi berdasarkan hasil survei berpeluang besar mendapatkan rekom. Ketentuan tersebut berlaku untuk seluruh pendaftar bakal cabup-cawabup.

”Siapa pun yang mengembalikan formulir, mau tidak mau harus mengikuti beberapa tahapan yang ditentukan oleh DPP. Salah satunya melakukan survei elektabilitas,” ujarnya.

Dia menambahkan, survei dilakukan oleh masing-masing pendaftar dengan menggandeng lembaga survei yang direkomendasikan. Hal itu menurutnya dilakukan DPP Partai Demokrat sebagai bentuk kehati-hatian dalam memberikan rekom kepada bakal calon yang akan maju pada pilbup Sumenep mendatang.

”Ada kemungkinan tidak semua pengambil akan mengembalikan formulir. Bisa saja yang mengambil delapan orang, tapi yang mengembalikan hanya enam orang. Hanya yang mengembalikan saja yang akan lanjut ke tahap selanjutnya,” tukas Indra. 

(mr/bad/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia