Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Nilai Wakil Rakyat Kurang Disiplin

27 Januari 2020, 20: 35: 54 WIB | editor : Abdul Basri

Nilai Wakil Rakyat Kurang Disiplin

Share this      

SAMPANG – Kinerja anggota DPRD Sampang mulai mendapat sorotan. Pasalnya, masih ada wakil rakyat yang jarang ngantor.

Temuan itu dikemukakan Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Sampang dan diamini pimpinan DPRD. ”Sampai sekarang saya menilai masih kurang disiplin dan banyak anggota dewan yang jarang ngantor,” tuding Ketua Jaka Jatim Korda Sampang Sidik kemarin (26/1).

Bahkan, ada satu anggota dewan yang jarang sekali ngantor. Anggota dewan tersebut pada periode sebelumnya juga tak disiplin. Sayangnya, dia enggan menyebut nama terang dewan yang dimaksud.

”Jika hanya terlihat saat ada sidang paripurna atau kunker, kan gak disiplin, tak punya etos kerja berarti,” katanya.

Meski demikian, Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Sampang sejauh ini belum mengambil langkah tegas. Buktinya, tidak ada sanksi terhadap anggota dewan yang tidak disiplin dan jarang masuk kantor.

”Saya berharap ada perbaikan dan kesadaran dalam diri wakil rakyat Sampang untuk aktif dan disiplin masuk kantor. Kepada BK dan pimpinan dewan ke depan juga harus tegas,” pintanya.

Ketua DPRD Sampang Fadol membenarkan bahwa ada beberapa anggota dewan yang jarang masuk kantor. Pihaknya sudah membuat regulasi pada tata tertib di periode kepemimpinannya.

Dijelaskan, salah satu klausul dalam tatib tersebut adalah anggota DPRD tidak bisa memperoleh haknya sebelum memenuhi kewajibannya. ”Jadi, kami sedang berupaya untuk meningkatkan kehadiran dan kedisiplinan anggota dewan ke depan,” janjinya.

Selain itu, pihaknya juga mengakui bahwa anggota DPRD Kabupaten Sampang sampai sekarang belum menggunakan fingerprint. ”Tidak ada. Fingerprint tidak dipakai oleh kami,” akunya.

Ketua BK DPRD Sampang Abdussalam menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menegakkan aturan dan tata tertib yang sudah terbentuk. Untuk tingkat kedisiplinan memang sudah diatur, apabila 6 kali berturut-turut tidak mengikuti sidang paripurna, wajib di-PAW.

”Aturan itu berlaku untuk siapa pun yang tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Sampang,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta laporan dari seluruh alat kelengkapan dewan (AKD) setiap bulan. Dari laporan tersebut akan diketahui siapa yang sering hadir ikut rapat dan sidang di masing-masing AKD.

”Tentunya yang sering tidak masuk kantor akan kami berikan teguran sesuai dengan tugas dan fungsi kami sebagai BK,” pungkasnya.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia