Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Fattah-Yunus Serahkan Berkas ke PPP

22 Januari 2020, 22: 11: 45 WIB | editor : Abdul Basri

BUTUH REKOMENDASI: Fattah Jasin menyetorkan berkas pendaftaran bacabup ke kantor DPC PPP Sumenep kemarin.

BUTUH REKOMENDASI: Fattah Jasin menyetorkan berkas pendaftaran bacabup ke kantor DPC PPP Sumenep kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Penjaringan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) di DPC PPP Sumenep berakhir kemarin (21/1). Tidak semua figur yang megambil formulir pendaftaran mengembalikan berkas.

Hingga pukul 19.00 tadi malam, dari sembilan figur yang mengambil berkas, hanya enam yang mengembalikannya ke DPC PPP. Mereka adalah Donny M. Siraj, Fattah Jasin, dan Ketua DPC PPP Sumenep Moh. Salahuddin A. Warits. Ketiganya mengembalikan berkas pendaftaran sebagai bacabup. Sementara yang menyerahkan berkas pendaftaran bacawabup yaitu Achmad Yunus, Ali Fikri A. Warits, dan Azis Salim Syabibi.

Ada dua figur yang mengembalikan formulir pendaftaran pada hari terakhir penjaringan kemarin. Yakni, Fattah Jasin yang datang didampingi mantan Gubernur Jatim Imam Utomo. Sementara Achmad Yunus menyerahkan berkas pendaftaran dengan diwakili simpatisannya. Azis Salim Syabibi menyerahkan berkas tadi malam.

Fattah mengutarakan, setiap kandidiat bacabup dan bacawabup pasti ingin mendapat dukungan koalisi. Di samping itu, eksistensi partai politik (parpol) sangat menentukan terhadap pesta demokrasi lima tahunan. Dengan demikian, wajar kalau dirinya mendaftar ke DPC PPP.

Dia menyadari di DPC PPP Sumenep terdapat kandidat yang juga berpotensi mendapatkan rekomedasi. Yakni, Moh. Salahuddin A.Warits. Fattah Jasin menyerahkan semua pada DPP PPP.

”Kami kembalikan ke kebijakan partai. Siapa yang cocok untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah,” katanya.

Menurut Fattah, tidak hanya PPP yang memiliki kader potensial untuk dilamar. Namun, PKB juga sama. ”Saya harus ikhtiar untuk mengajak partai koalisi yang bisa menerima kami,” ungkapnya.

Selain mendaftar ke PPP dan PKB, Fattah mengaku sudah banyak berkomunikasi dengan elite parpol di Sumenep. Dengan segudang pengalamannya, puluhan tahun di birokrasi level Jatim, Fattah mengklaim banyak parpol yang bersedia mendukung dirinya. ”Tidak GR (gede rasa), tetapi kenyataannya seperti itu,” ujarnya.

Fattah berharap rekomendasi PPP dan PKB bisa jatuh kepada dirinya. Sebab, dua parpol islam tersebut memiliki keuatan yang luar biasa. Itu tidak lepas karena PPP dan PKB memiliki massa berbasis Nadhlatul Ulama (NU) dan pesantren.

”Karena PKB dan PPP adalah partai yang menjadi panutan para kiai, insyaallah doa-doanya akan banyak memberikan keberkahan untuk kita,” sambungnya.

Imam Utomo mengaku, kedatangannya bersama Fattah Jasin ke Kota Keris hanya untuk mendampingi penyerahan berkas ke DPC PPP. Fattah sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.

Dia mengaku tidak ikut-ikutan membantu Fattah dalam berkomunikasi dengan partai. ”Saya mendampingi, hanya memberikan saran-saran,” tuturnya.

Sementara itu, Achmad Yunus mengaku tidak bisa menyetorkan berkas langsung ke kantor DPC PPP Sumenep. Alasannya, saat ini dirinya ada kegiatan di Jakarta. Di samping itu, pembatalan penerbangan Surabaya–Sumenep juga salah satu penyebab dirinya tidak bisa menyetorkan berkas secara langsung. ”Semula saya akan mengembalikan formulir,” katanya.

Ketua Deks Pilkada DPC PPP Sumenep Achmad Salim menyebut tidak semua figur yang mengambil formulir pendaftaran mengembalikan berkas. Mereka yang tidak mengembalikan fomulir pendaftaran di antaranya Moh. Unais Ali Hisyam, Malik Effendi, dan Azasi Hasan.

Dengan adanya lima pendaftar, lanjut Salim, iklim politik di Sumenep sangat dinamis. Dari porses penjaringan yang dilakukan, hanya yang menyerahkan berkas yang bakal diajukan ke DPP untuk mendapatkan rekomendasi dari partainya. ”Selanjutnya biar DPW dan DPP yang mengkaji,” terangnya.

Meski ketua DPC PPP juga mendaftar untuk maju sebagai bacabup, keputusan rekomendasi tetap berada di tangan DPP PPP. Karena itu, semua kandidat yang mengembalikan berkas memiliki potensi sama. Termasuk potensi Moh. Salahuddin A. Warits yang merupakan kaum muda Kota Keris.

”Otoritas ada di tangan DPP. Kami hanya melakukan penjaringan,” ucap pria yang juga wakil ketua DPRD Sumenep itu. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia