Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Sumenep

Polres Sterilisasi Klenteng Jelang Imlek

22 Januari 2020, 21: 59: 03 WIB | editor : Abdul Basri

TOLERANSI: Polisi saat melakukan sterilisasi di Klenteng Tri Dharma Pao Sian Lin Kong kemarin. Foto kiri, Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi disambut Ketua Yayasan Klenteng Tri Dharma Seno.

TOLERANSI: Polisi saat melakukan sterilisasi di Klenteng Tri Dharma Pao Sian Lin Kong kemarin. Foto kiri, Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi disambut Ketua Yayasan Klenteng Tri Dharma Seno. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Perayaan Imlek jadi atensi khusus Polres Sumenep. Tim Korps Bhayangkara melakukan sterilisasi di Klenteng Tri Dharma Pao Sian Lin Kong kemarin (21/1). Ada 20 personel yang disiagakan di rumah ibadah yang terletak di Jalan Slamet Riyadi, Desa Pabian, Kecamatan Kota tersebut.

Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi menegaskan, toleransi antar umat beragama harus terus digalakkan. Kota Keris tergolong wilayah yang dihuni oleh warga dengan ragam keyakinan beragama. Apalagi, lokasi rumah peribadatannya ada yang saling berdekatan.

Meski tergolong minoritas, masyarakat yang akan merayakan Imlek harus mendapat pelayanan keamanan yang sama. Untuk mencegah sedini mungkin sesuatu potensi gangguan perayaan Imlek, maka dilakukan sterilisasi.

Sejak hari ini (22/1) anggota polisi akan ditugaskan untuk melakukan penjagaan. ”Di sini toleransi beragamanya sangat bisa dirasakan, suasana seperti ini kita wajib pelihara. Kenyamanan dalam beribadah menjadi prioritas bagi kami,” tegasnya.

Deddy juga mengingatkan agar anggotanya intens melaporkan perkembangan di lapangan, mulai dari sekarang hingga puncak pelaksanaan perayaan Imlek. Warga Tionghoa tidak boleh merasa dimarginalkan karena jumlahnya yang sedikit.

Sementara itu, Ketua Yayasan Klenteng Tri Dharma Seno menyampaikan, makna Imlek baginya merupakan perayaan menyambut rezeki di tahun yang baru. Tidak banyak berbeda dengan ketika umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Mereka yang merantau juga pulang kampung untuk merayakan bersama keluaga besarnya.

Diakui, tidak banyak masyarakat Tionghoa yang akan melakukan ibadah di Klenteng Sumenep. Pasalnya, sebagian besar mereka hanya merantau ke Sumenep dan pulang kampung menjelang perayaan Imlek.

Menurut Seno, selama ini hubungan sosial antar umat beragama di Sumenep masih sangat baik. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang siaga menjaga keamanan menjelang Imlek tahun ini.

”Biasanya yang merayakan di sini sekitar 20 orang. Dari dulu memang sepi, tidak semeriah di kota-kota besar seperti di luar Madura,” ungkap Seno. (jun)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia