Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Features

Pungut Sampah ala WWF dan Bank Sampah Tunggak Jati

Berharap Masyarakat Peduli Lingkungan

20 Januari 2020, 11: 44: 25 WIB | editor : Abdul Basri

PEDULI LINGKUNGAN: M. Ikbal Udayah dari WWF Indonesia (berkacamata) bersama Daniek Andaningsih ketua Bank Sampah Tunggak Jati memungut sampah yang berserakan di sekitar lokasi car free day kemarin.

PEDULI LINGKUNGAN: M. Ikbal Udayah dari WWF Indonesia (berkacamata) bersama Daniek Andaningsih ketua Bank Sampah Tunggak Jati memungut sampah yang berserakan di sekitar lokasi car free day kemarin. (JUINAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

Masalah persampahan tiada habisnya. Karena itu, kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan yang bersih dan asri harus dimulai dari diri sendiri. 

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, RadarMadura.id

RIBUAN warga tumpah ruah di sekitar Taman Pottre Koneng Sumenep sejak pagi kemarin (19/1). Mereka menjadi saksi keseruan car free day.

Ingar bingar semakin nampak ketika penampilan musik dimulai. Salah satu perusahaan swasta menggelar kegiatan dengan menampilkan artis lokal Sumenep di lokasi yang sama.

Namun, dari ribuan orang yang hadir, tidak semua sadar kebersihan lingkungan. Sampah bekas bungkus makanan dibiarkan berserakan.

Dua orang laki-laki dan perempuan menggotong plastik besar warna hitam. Tanpa rasa gengsi, mereka berkeliling memungut satu per satu sampah yang berserakan. Padahal, pakaian yang mereka kenakan sama sekali tidak terlihat seperti pemulung.

Pria itu bertopi dan berkacamata hitam. Sementara yang perempuan mengenakan kerudung putih bersih. Sesekali mereka mengumpulkan sampah yang dipungut di sekitar lokasi car free day.

Saat tengah beristirahat, Jawa Pos Radar Madura mendekati keduanya. Mereka aktivis pemerhati lingkungan yang sering mengumpulkan sampah untuk didaur ulang. Mereka berasal dari organisasi berbeda. Kesamaannya, mereka sama-sama perhatian terhadap lingkungan.

M. Ikbal Udayah selaku fundraising retention coordinator World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia. WWF merupakan instansi swasta yang mendunia dan bergerak dalam konservasi lingkungan.

Dia datang dari Ibu Kota bersama tim untuk membantu acara yang sedang digelar di car free day. Utamanya dalam bidang kepedulian terhadap lingkungan.

Ikbal memaparkan, pihaknya fokus terhadap konservasi, terutama di bidang lingkungan. Pihaknya membantu kemeriahan acara yang sesuai dengan program WWF Indonesia. Misal menyediakan tempat untuk memberikan edukasi terhadap kepedulian lingkungan, khususnya kepada golongan anak-anak sebagai bekal pengetahuan.

Termasuk bagaimana mengolah barang bekas menjadi barang layak guna. Salah satunya dengan membuat tas dari kain bekas yang sudah tidak terpakai. ”Semua yang kami tampilkan di sini dilengkapi dengan keterangan yang bersifat edukasi tentang lingkungan,” jelasnya.

Tindakan tersebut diharapkan mampu menginspirasi masyarakat Sumenep untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Masalah sampah memang identik dengan pencemaran lingkungan. Namun, mata rantai sampah juga tidak bisa diputus karena pasti akan ada terus-menerus.

Yang bisa dilakukan, kata Ikbal, menyadari bahwa membiarkan sampah berserakan dan membuang sampah sembarangan merupakan bentuk ketidakpedulian terhadap lingkungan. Apabila hal itu dibiarkan, bisa menimbulkan pencemaran lingkungan. Bahkan, mampu menimbulkan bencana alam.

”Tidak bisa kita pungkiri, sampah itu adalah problematika yang tidak kunjung usai. Karena kita tidak bisa menghancurkan dan memutus mata rantai terkait kebersihan lingkungan,” terangnya.

Sementara Daniek Andaningsih, perempuan berkerudung putih, merupakan Ketua Bank Sampah Tunggak Jati, warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. Bagi dia, pemahaman tentang sampah memang harus selalu digalakkan.

Baik dari sisi teori, apalagi langsung praktiknya. Dirinya membangun bank sampah karena berinisiatif untuk ikut andil dalam merawat lingkungan. Perlu disadari bahwa sesuatu yang dianggap sampah, terkadang belum sutuhnya tidak bisa dipergunakan lagi.

”Ini penting sebagai edukasi yang diharapkan bisa berbuah kesadaran. Kesadaran akan pentingnya merawat lingkungan sekitar. Manfaatnya bisa kita nikmati, lingkungan kita juga bersih,” tandasnya.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia