Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Features

Aisyah Syifa Alinarrahman, Bayi dengan Wajah Tak Sempurna

Donasi Mengalir, Orang Tua Mantapkan Operasi

16 Januari 2020, 03: 22: 25 WIB | editor : Abdul Basri

BUTUH ULURAN TANGAN: Aisyah Syifa Alinarrahman digendong anggota Hijabi Madura di kediamannya, Selasa (14/1).

BUTUH ULURAN TANGAN: Aisyah Syifa Alinarrahman digendong anggota Hijabi Madura di kediamannya, Selasa (14/1). (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

Bayi yang lahir dengan wajah tidak sempurna kini sudah memiliki nama. Orang tuanya menyematkan doa melalui nama Aisyah Syifa Alinarrahman.

BAYI mungil itu mulai tersenyum. Tangis kecil terdengar sayup. Asap tebal menguap dari tungku di dapur gedek. Sementara suara bayi itu muncul dari ruang kecil tepat di samping dapur.

Ruangan itu sangat kecil. Hanya 3 x 2,5 meter. Perabotan rumah menumpuk di kamar itu. Kasur dan karpet menjadi alas penghuninya merebah saat lelah setelah berjuang hidup.

Rumah itu ditempati Abdur Rahman dan istrinya, Asma Leni. Tepatnya di Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Ketiga anaknya juga berkumpul di rumah itu sehingga ruang sempit itu menjadi ramai.

Tangis bayi menghiasi setiap sudut ruangan. Dua bocah yang juga tinggal di tempat itu menyambut tangis itu dengan riang. Suara tangis itu keluar dari mulut bayi mungil yang lahir pada Rabu (8/1).

Usianya kini genap sepekan. Kedua orang tuanya menyematkan doa melalui nama Aisyah Syifa Alinarrahman. Nama itu penuh doa. Aisyah misalnya. Nama itu diambil dari nama Siti Aisyah R.A.

Istri baginda Nabi Muhammad SAW itu terkenal dengan kesabarannya. Kesabaran itu juga diharapkan menyertai bayi mungil yang lahir dengan wajah tidak sempurna itu. Kemudian, Syifa yang dalam bahasa Arab bermakna obat.

Orang tuanya berharap ada obat penyembuh bayi itu. Sebab, kedua orang tuanya menginginkan bayi yang lahir pada pukul 08.00 itu sembuh dan bisa hidup normal. Sementara Alinarrahman diambil dari nama ayahnya.

Nama itu menandakan cinta dan kasih kedua orang tuanya. Apa pun keadaannya dan bagaimanapun kondisinya, kedua orang taunya sangat mencintai dan sayang pada anak bungsunya itu.

 Abdur Rahman mengatakan, banyak dermawan yang peduli terhadap kondisi anaknya. Donasi mengalir dari berbagai kalangan. ”Alhamdulillah anak saya banyak rezekinya,” katanya pada Selasa (14/1).

Donasi yang diberikan masyarakat digunakan untuk biaya sehari-sehari. Uang yang terkumpul sangat membantu meringankan Abdur Rahman dalam mengarungi hidup. Sebab, kondisi ekonominya tergolong kurang mampu.

Dia bekerja serabutan. Pendapatan yang diperoleh tidak menentu. Sementara ada tiga anak dan istri yang harus ditanggung. Ditambah, si bayi mungil Aisyah butuh pengobatan intens.

Anak bungsunya itu lahir dengan kondisi wajah tidak sempurna. Terdapat kubangan besar tepat di tengah wajahnya. Mata kiri menyebul tertarik daging yang mengerut ke alis.

Sementara bola mata kanan tidak ada. Bibirnya sumbing dengan diameter cukup besar. Bayi itu butuh operasi agar memiliki wajah normal seperti manusia lainnya. ”Satu-satunya jalan harus dioperasi,” katanya.

Abdur Rahman bertekad mengoperasi buah cintanya itu. Apa pun caranya, dia akan mengumpulkan dana untuk biaya operasi. Dia berjanji bakal bekerja lebih keras agar bisa mendapatkan uang banyak.

Namun, sebagai manusia biasa, dia memiliki ukuran kemampuan. Bagi dia, sekeras apa pun hasil kerja peracangan tidak akan mampu menutupi biaya operasi. Dengan demikian, keluarganya butuh uluran tangan masyarakat.

Dia berharap ada dermawan yang bersedia meringankan beban yang harus ditanggung. Tanpa bantuan dari luar, sangat berat bagi dia. ”Terima kasih kepada warga yang telah membantu kami. Semoga diberi ganti yang setimpal oleh Allah,” tandasnya.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia