Sabtu, 22 Feb 2020
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Sembilan Hari Sita 600 Ribu Batang Rokok

16 Januari 2020, 03: 20: 34 WIB | editor : Abdul Basri

RUGIKAN NEGARA: Ribuan batang rokok ilegal dalam kardus berada dalam pengamanan KPPBC TMB C Madura kemarin.

RUGIKAN NEGARA: Ribuan batang rokok ilegal dalam kardus berada dalam pengamanan KPPBC TMB C Madura kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Peredaran rokok tanpa pita cukai di Madura seolah tidak bisa dibendung. Sebanyak 600.000 batang rokok ilegal disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMB) C Madura. Ratusan ribu batang tokok itu merupakan hasil tiga kali penindakan di Pamekasan pada 1–9 Januari 2020.

Penyitaan rokok bodong dari lokasi pengepakan itu belum menyeret seorang tersangka pun hingga kemarin (15/1). Menurut Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC TMB C Madura Rahmanta Saleh, kasus tersebut masih dalam pengembangan temuan. ”Setelah itu, baru penyelidikan dan kami serahkan ke kejaksaan,” ungkapnya.

Bumi Pamelingan masih menjadi titik peredaran rokok ilegal yang cukup masif. Sekitar 40 dari total 67 perusahaan rokok se-Madura ada di Pamekasan. Ratusan ribu batang rokok yang ditahan adalah merek yang sudah ada atau pernah ditindak sebelumnya.

Lokasi peredaran rokok ilegal itu dipetakkan menjadi tiga titik. Mulai dari toko penjualan, jalur distribusi, dan terakhir di pengepakan. Sementara lokasi pengepakan berdasar sejumlah temuan KPPBC TMB C Madura biasanya di rumah dan kos-kosan.

Pihak bea cukai belum bisa menerangkan lebih lanjut terkait pihak yang terlibat dalam bisnis terlarang itu. Bahkan, dia merahasiakan lokasi penindakan tersebut. Dia hanya menyebut bahwa seluruh kecamatan di Pamekasan menjadi sorotan bea cukai.

Kasubsi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMB C Madura Tesar Pratama menambahkan, peredaran rokok ilegal bisa menurunkan angka dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT). Penindakan bea cukai salah satunya untuk mencegah peredaran rokok ilegal. ”DBHCHT ini juga bisa dialokasikan untuk dana kesehatan di daerah,” terangnya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Mohammad Hamidi mengapresiasi tindakan KPPBC TMB C Madura. Namun, dia meminta pengamanan rokok ilegal tidak berhenti hanya menindak, merampas, dan memberikan sanksi. ”Pabrik rokok ilegal ini bisa kita bina. Kalau surat izin dan cukai belum lengkap, mari kita beri arahan bagaimana bisa menjadi lengkap dan legal,” tegasnya.

Politikus Partai Nasdem itu menjelaskan, banyaknya pengusaha rokok potensial berkembang dan bisa menyerap hasil tembakau daerah. Apabila pabrik rokok itu dibina, hasilnya bisa berefek pada penyerapan tembakau petani yang selama ini bermasalah. ”Dan ini juga menambah sumbangan pajak kita kepada negara,” tandasnya. (ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia