Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Amankan Delapan Tersangka

Dari Kasus Narkoba, Bondet, dan Penganiayaan

14 Januari 2020, 04: 22: 45 WIB | editor : Abdul Basri

TAK PATUT DITIRU: Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi menginterogasi beberapa tersangka tindak pidana pada saat menggelar konferensi pers di Mapolres Sumenep kemarin.

TAK PATUT DITIRU: Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi menginterogasi beberapa tersangka tindak pidana pada saat menggelar konferensi pers di Mapolres Sumenep kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Dalam sepekan Polres Sumenep mengungkap tiga kasus tindak pidana. Yakni, penyalahgunaan narkoba, penganiayaan, dan penggunaan bondet. Dari tiga kasus tersebut Korps Bhayangkara berhasil mengamankan delapan tersangka.

Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi menjelaskan, pertama kasus penganiayaan di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Rabu (8/1). Dalam kasus tersebut petugas mengamankan Ach. Faisol, 26, warga Desa Larangan Perreng, Kecamatan Pragaan, dan Ali Salim, 45, warga Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang. Keduanya diketahui menganiaya Abdus Salam, 39, warga Desa Legung Timur.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada telapak tangan kanan dan luka bengkak pada pelipis mata bagian kiri. Motif tersangka dikarenakan merasa malu dan sakit hati kepada korban. Sebab, Abdus Salam sempat menuduh tersangka sebagai maling motor. Dari tangan kedua tersangka polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa sebilah celurit dan parang.

Kemudian, polres juga menangkap empat tersangka pelaku peledakan bom ikan atau bondet Jumat (3/1). Kasus pelemparan bondet terjadi pada 14 Januari 2019 lalu. Para pelaku yakni Mahdi, 40, dan Hatip, 42. Keduanya merupakan warga Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng. Kemudian Feri Mailastri, 32, warga Desa Lenteng Timur, dan Mashudi, warga Desa Telaga, Kecamatan Lenteng.

Empat pelaku melemparkan bondet sekitar pukul 03.00 di belakang rumah H Samsul, warga Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng. Para pelaku kemudian diamankan berikut BB berupa serpihan kertas yang diduga pembungkus bahan peledak dan satu bondet siap ledak.

Polres Sumenep juga menangkap dua pelaku yang terlibat kasus narkoba. Salah satunya Muzakki, 45, warga Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan. Dia ditangkap Sabtu (11/1) di dalam rumahnya. Dia ditangkap beserta BB dua poket plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu-sabu masing-masing berat kotor 1,25 gram dan 0,57 gram.

Selain itu, polisi juga mengamankan seperangkat alat isap sabu berupa bong, korek api gas, dan sendok sabu. Kemudian handphone serta uang tunai senilai Rp 62.000. ”Sudah dua tahun. Tapi putus-putus pemakaiannya,” kata tukang mebel itu saat ditanya Kapolres Sumenep berapa lama mengonsumsi narkoba.

Budak narkoba berikutnya yakni Suhartono, 42, warga asal Desa/Kecamatan Bluto. Dia ditangkap Minggu (12/1) dari hasil pengembangan kasus narkoba yang menjerat Muzakki. Suhartono menyimpan tiga poket plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu-sabu berat kotor masing-masing 0,70 gram, 1,31 gram, dan 1,31 gram. Total keseluruhan 3,32 gram.

Selain itu, BB yang berhasil diamankan berupa satu bungkus rokok untuk menyimpan uang upah hasil penjualan sabu-sabu Rp 150.000. Handphone dan satu unit sepeda motor Beat putih kombinasi merah nopol M 2461 XB juga diamankan.

”Tersangka Suhartono ini mengaku baru enam bulan terlibat narkoba. Kami harapkan peran serta masyarakat dalam penumpasan peredaran narkoba di Sumenep,” tukas Deddy. 

(mr/bad/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia