Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Tukang Kayu Nyambi Jualan Sabu-sabu

13 Januari 2020, 22: 19: 01 WIB | editor : Abdul Basri

Tukang Kayu Nyambi Jualan Sabu-sabu

Share this      

SUMENEP – Muzakki, 45, harus merasakan pengapnya ruang tahanan Mapolres Sumenep. Pria asal Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan itu ditangkap polisi setelah diduga terlibat dalam bisnis narkoba jenis sabu-sabu.

Dia ditangkap petugas Satresnarkoba Polres Sumenep saat berada di rumahnya Sabtu malam (11/1) sekitar pukul 21.00. Gerak-gerik Muzakki memang terus dipantau polisi.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengungkapkan, sesuai informasi masyarakat, pelaku kerap melakukan transaksi narkotika di wilayah Kecamatan Pragaan. Untuk memastikan hal tersebut, polisi lakukan penyelidikan intensif.

Sehari-hari pelaku bekerja sebagai tukang kayu. Untuk menambah penghasilan, pelaku nyambi menjadi kurir narkoba. Informasi terakhir, pelaku mengantongi narkoba jenis sabu-sabu yang siap diedarkan.

Mengetahui pelaku sedang berada di rumahnya, polisi langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan dua kantong plastik klip berisi sabu-sabu. Termasuk beberapa peralatan untuk mengonsumsi narkoba.

Setelah ditanyakan, pelaku mengakui barang tersebut miliknya. Dari hasil interogasi, setiap bertransaksi pelaku mendapat keuntungan Rp 1 juta.

Menurut Widiarti, pelaku menjadi kurir narkoba bukan kali pertama. ”Saat itu juga pelaku digelandang ke Mapolres Sumenep untuk pemerikasaan lebih dalam,” terangnya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua kantong plastik klip berisi sabu-sabu dengan berat masing-masing 1,25 gram dan 0,57 gram. Kemudian, seperangkat alat isap yang terbuat dari botol kaca, satu korek api, satu sendok yang terbuat dari sedotan plastik, satu unit handphone merek LG warna hitam, dan uang tunai senilai Rp 62 ribu.

Pelaku beseta barang butkti diamankan di Mapolres Sumenep untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 Undang-Undang  Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan acaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

”Saat ini polisi sedang melakukan pendalaman terhadap jaringan pelaku. Dari mana narkoba itu didapatkan dan kepada siapa barang haram itu akan dijual,” pungkasnya. (jun)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia