Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

PDIP Butuh Teman Koalisi, Gerindra Tunggu Petunjuk DPP

11 Januari 2020, 23: 17: 24 WIB | editor : Abdul Basri

Achmad Fauzi Wabup Sumenep

Achmad Fauzi Wabup Sumenep (RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pemilihan kepala daerah (pilkada) menjadi ajang untuk mencari figur pemimpin. Achmad Fauzi merupakan salah satu sosok yang memastikan akan maju sebagai calon bupati (cabup). Namun, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak bisa mengusung calon secara mandiri.

Pria yang kini menjabat sebagai wakil bupati (Wabup) itu gencar melakukan pendekatan kepada para petinggi partai politik (parpol) di Kota Keris. Langkah persuasif itu memang harus dilakukan ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu jika ingin maju. Tanpa berkoalisi, partai banteng moncong putih itu tidak memenuhi syarat untuk mengusung kandidat cabup-cawabup.

Perolehan PDI Perjuangan di pemilu tahun lalu hanya 5 kursi. Sedangkan syarat untuk bisa mengusung kandidat calon nonperseorangan setidaknya harus didukung parpol atau gabungan parpol dengan minimal mendapatkan 10 kursi parlemen.

Partai Gerindra juga mulai pasang kuda-kuda untuk Pilkada 2020. Partai besutan Prabowo Subianto itu juga terus melakukan penjajakan menjelang pelaksanaan pilkada serentak 2020.

Fauzi memastikan dirinya akan maju di pilkada tahun ini. Namun, bukan lagi sebagai cawabup, melainkan sebagai cabup. Dia mengklaim keinginannya untuk maju sebagai cabup atas permintaan masyarakat dan tokoh agama. ”Semua elemen dan komunitas menjadi dasar mengapa saya maju,” ucapnya kemarin (10/1).

Fauzi tidak memungkiri sampai saat ini rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan belum turun. Namun, berbekal pengalamannya sebagai Wabup dan banyaknya dukungan masyarakat, dia optimistis rekom akan dikantongi suami Nia Kurnia itu.

”Saya yakin akan jatuh kepada saya, karena berangkat dari suara rakyat. Suara rakyat adalah suara Tuhan,” kata Fauzi.

Dia menegaskan dirinya hanya akan maju sebagai cabup. Sementara cawabup yang akan mendampinginya belum ada keputusan. Karena, pihaknya masih dalam proses penjajakan kepada para petinggi parpol. ”Yang terpenting bagi saya maju nomor 1 (bupati). Soal pedamping belum ada, karena dalam proses komunikasi,” ungkapnya.

Komunikasi yang dilakukan mengenai koalisi dengan beberapa parpol peraih kursi di DPRD. Namun, dia belum membuka partai apa saja yang akan menjadi kendaraan politiknya di pilkada di tahun ini. ”Perkiraan yang bergabung dengan PDIP ada 2 sampai 4 partai,” tegasnya.

Berdasar perolehan kursi partai di parlemen, PDIP butuh tambahan lima kursi lagi. Selain PKB, sembilan parpol mendapat kursi di bawah sepuluh. Perinciannya, Demokrat dan PPP masing-masing tujuh kursi, Gerindra dan PAN masing-masing enam kursi, Nasdem dan Hanura masing-masing 3 kursi, PKS dua kursi serta PBB satu kursi.

Di tempat terpisah, Ketua DPC Gerindra Sumenep Ilyasi Siraj mengaku belum memutuskan untuk mengusung kader atau mendukung kandidat lain. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum menerima petunjuk dari DPP. ”Segala sesuatu berkaitan dengan pilkada, baik penjaringan maupun sikap kita menunggu petunjuk dari DPP. Sampai detik ini belum ada juknis atau perintah langsung,” katanya.

Meski demikian, komunikasi lintas parpol tetap dijalankan. Hasilnya, akan disampaikan kepada DPP Gerindra untuk dijadikan pertimbangan sikap DPC kepada siapa dukungan akan diberikan. Dia menyebut soal koalisi merupakan kewenangan DPP.

”Kita akan laporkan dinamikanya pada DPP, mulai dari perkembangan politik di Sumenep, lalu komunikasi yang sudah kita lakukan, serta kecenderungan pilihan masyarakat,” tukasnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia