Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sampang

Mobdin Pejabat Pakai Pelat Hitam

11 Januari 2020, 23: 01: 46 WIB | editor : Abdul Basri

MELANGGAR: Avanza M 83 NP yang diduga kuat mobil dinas Pemkab Sampang menggunakan pelat warna hitam melintas di Jalan Wachid Hasyim kemarin.

MELANGGAR: Avanza M 83 NP yang diduga kuat mobil dinas Pemkab Sampang menggunakan pelat warna hitam melintas di Jalan Wachid Hasyim kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Ada-ada saja kelakuan pejabat dalam mengunakan fasilitas negara. Seperti mengubah warna pelat nomor mobil dinas (mobdin). Mobil Avanza bernomor polisi M 83 NP diduga kuat merupakan mobil dinas Pemkab Sampang.

Kendaraan tersebut sering terlihat menggunakan pelat nomor warna hitam. Sekitar pukul 08.30 kemarin (10/1) mobil tersebut melintas di Jalan Wachid Hasyim. Sabtu, 7 Desember 2019 pukul 13.21 mobil hitam ini berhenti di dalam Terminal Trunojoyo.

Mobil ini juga pernah parkir di tepi rumah warga di Jalan Jaksa Agung Suprato pada Rabu, 21 Agustus 2019 pukul 13.45.31. Menurut keterangan Kabid Pengelolaan Aset BPPKAD Sampang Bambang Indra Basuki, kendaraan itu merupakan mobil dinas di lingkungan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sampang.

Sekkab Sampang Yuliadi Setiawan mengatakan, mobil dinas pelat merah tidak boleh diganti ke pelat hitam. Menurut dia, jika hal itu dilakukan, maka melanggar aturan. ”Tidak boleh. Pelat merah tak boleh diganti pelat hitam. Itu pelanggaran,” katanya.

Yuliadi akan melakukan investigasi dan melacak mobil siapakah yang diubah ke pelat hitam tersebut. Menurut dia, pihaknya tentu akan memberikan teguran. ”Saya juga baru mendengar dan mengetahui jika ada hal demikian,” paparnya.

Namun demikian, ada beberapa pejabat di Sampang yang difasilitasi mobdin pelat hitam. Mobdin pelat hitam tersebut merupakan mobil sewa. ”Seperti punya saya, mobil dinasnya itu pelat hitam karena mobil sewa yang memang diperuntukkan untuk mobil dinas,” ungkapnya.

Kasatlantas Polres Sampang AKP Anita Kurdi sangat menyayangkan jika memang itu benar. Pihaknya sudah mencatat pelat nomor tersebut dan akan melacaknya. ”Aturannya tidak boleh pelat merah diganti pelat hitam. Nanti akan saya perintahkan supaya dilacak mobilnya,” paparnya.

Jika sudah ditemukan, pihaknya akan memberikan teguran supaya tidak diulangi lagi. ”Itu tetap pelanggaran, meskipun nomor pelatnya masih asli hanya mengubah warna pelatnya saja,” tegasnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia