Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Demokrat-PAN Panaskan Mesin Partai

Kantongi Rekom, Malik Harus Cari Pendamping

10 Januari 2020, 14: 28: 20 WIB | editor : Abdul Basri

Demokrat-PAN Panaskan Mesin Partai

Share this      

SUMENEP – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Sumenep 2020 semakin dekat. Terutama kepada mereka yang hendak maju, baik sebagai bakal calon bupati (bacabup) maupun bakal calon wakil bupati (bacawabup).

Berdasar perolehan kursi di DPRD Sumenep, pilkada tahun ini maksimal akan diikuti lima pasangan cabup-cawabup. Dari sepuluh partai politik (parpol) yang memiliki anggota di parleman, hanya PKB yang bisa mengusung calon sendiri. Sementara sembilan parpol yang lain harus berkoalisi.

Total kursi di DPRD Sumenep 50. Sepuluh di antaranya diraih PKB. Karena itu, partai ini paling getol dalam melakukan penjaringan cabup-cawabup. Namun, partai lain juga mulai memanaskan mesin. Termasuk Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Perolehan kursi Demokrat dan PAN di parlemen sama-sama belum memenuhi syarat untuk mengusung cabup dan cawabup. Tidak heran jika dua partai itu gencar melakukan konsolidasi dengan petinggi parpol lain.

Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep Soengkono Sidik mengatakan, sampai saat ini partainya belum melakukan penjaringan cabup dan cawabup. Sebab, sampai saat ini petunjuk teknis (juknis) penjaringan belum keluar dari DPP Demokrat.

Soengkono mengklaim internal partainya akan mengusung dirinya untuk maju di pilkada tahun ini. Dia juga tidak menampik dirinya memiliki keinginan untuk maju kembali. ”Teman-teman sudah mendukung semua, mulai anggota fraksi, PAC, dan pengurus harian lainnya,” ucapnya kemarin (9/1).

Perolehan tujuh kursi di DPRD menjadi alasan internal partai ingin mengusung kader. Di samping itu, 43.620 perolehan suara Demokrat pada pemilu tahun lalu dianggap sebagai modal awal untuk meraup dukungan pilkada nanti. ”Mesin partai di bawah (pengurus anak cabang) sudah siap semua,” kata Soengkono.

Mantan wakil bupati itu mengaku tengah menjalin komunikasi dengan beberapa petinggi parpol karena Demokrat belum memenuhi syarat untuk mengusung cabup-cawabup sendiri. Dia juga mengklaim banyak parpol yang ingin berkoalisi dengan partainya. ”Minimal kan harus ada 10 kursi. Tapi jangan sekarang, terlalu dini,” katanya.

Sementara Sekretaris DPW Partai Demokrat Jawa Timur Renville Antonio membenarkan juknis penjaringan belum turun dari DPP. Itu tidak hanya terjadi di DPC Sumenep, melainkan semua daerah yang akan melangsungkan pilkada di tahun ini.

Pihaknya sudah meminta semua ketua DPC untuk melakukan konsolidasi dengan beberapa parpol lain. Pihaknya juga akan mengumpulkan semua petinggi DPC untuk dimintai klarifikasi. ”Nanti akan kami kumpulkan semua ketua DPC untuk meminta progres pendekatan yang sudah dilakukan,” ujarnya.

Sementara DPP PAN juga merekomendasikan kadernya untuk maju di pilkada tahun ini. Rekomendasi itu dikantongi Malik Effendi. Namun, eks anggota DPRD Jatim tersebut diwajibkan untuk mencari pasangan dan partai yang ingin berkoalisi. Sebab, PAN hanya memiliki 6 kursi di DPRD. ”Sampai detik ini, rekom yang turun kepada kader sendiri, yaitu Malik Effendi,” ucap Sekretaris DPD PAN Sumenep Hosaini Adzim.

Meski demikian, rekomendasi DPP PAN kepada Malik Effendi belum jelas diminta maju sebagai cabup atau cawabup. Malik hanya diminta mencari pasangan dan dukungan partai hingga akhir Januari ini. ”Kalau sampai Februari rekom yang turun kepada Malik syaratnya tidak terpenuhi, rekom itu harus dikembalikan kepada DPP. Nanti rekom bisa jatuh ke orang lain,” ujarnya.

Sampai saat ini pihaknya belum menemukan kandidat yang akan disandingkan dengan Malik. Termasuk belum menemukan partai yang ingin berkoalisi dengan partainya yang bersedia mengusung Malik. ”Kami berharap Pak Malik segera menemukan pendamping dan partai koalisi,” tukasnya.

Malik Effendi membenarkan rekom DPP PAN jatuh kepadanya. Dia mengaku diminta untuk mencari pasangan dan partai yang mau berkoalisi dengan PAN. Namun, dia menepis kalau dirinya diberi waktu menuntaskan dua syarat itu hingga akhir Januari ini. ”Tidak ada deadline-nya kok,” katanya.

Malik sudah menjajaki beberapa parpol untuk diajak koalisi. Namun dia belum bersedia menyebut nama-nama yang merespons positif ajakannya itu. ”PAN sedang komunikasi, semua partai politik responsnya bagus,” tukasnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia