Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

PPK-PPTK Dituntut Satu Setengah Tahun

10 Januari 2020, 14: 24: 28 WIB | editor : Abdul Basri

PPK-PPTK Dituntut Satu Setengah Tahun

Share this      

SAMPANG – Sidang perkara proyek pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang yang ambruk terus berjalan. Terbaru sidang pembacaan tuntutan terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) M. Jupri Riyadi dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Ach. Rojiun.

Mereka dituntut satu tahun enam bulan dengan denda Rp 50 juta subsider kurungan tiga bulan oleh jaksa penuntut umum (JPU). ”Agenda sidang selanjutnya adalah pleidoi,” terang Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo kemarin (9/1).

Dia mengatakan, perkara RKB SMPN 2 Ketapang tersisa dua terdakwa yang masih menjalani proses sidang. Sementara lima terdakwa yang lain sudah divonis.

Pasal yang digunakan untuk dua terdakwa yaitu pasal 3 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Jumat (17/1) dengan agenda pleidoi dari penasihat hukum. ”Kerugian negaranya sudah dikembalikan, jadi seluruh dana dikembalikan sebesar seratus tiga puluh empat juta rupiah,” ujarnya.

Saksi yang didatangkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya untuk dua terdakwa jumlahnya belasan. Termasuk saksi ahli dari dinas teknis.

Selain Jupri dan Rojiun, yang terlibat dalam kasus tersebut yaitu pemilik CV Amor Palapa Abd. Azis, konsultan pengawas Dodik Harianto dan Sofyan serta pelaksana kegiatan Mastur dan Nurima. Tujuh orang tersebut diduga melakukan praktik tindak pidana korupsi dengan sengaja melalaikan tugas dan fungsinya.

Akibatnya, gedung RKB SMPN 2 Ketapang tidak bertahan lama dan ambruk. Beruntung, pada saat kejadian, ruang kelas tidak sedang ditempati siswa sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. ”Seluruh terdakwa saat ini ditahan di Rutan Kelas II-B Sampang,” pungkasnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia