Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Features

Perjuangan Anastasya Andalusia, Istri Tekong Korban Pembunuhan

Berjuang Seorang Diri untuk Hidupi Empat Anak

10 Januari 2020, 11: 19: 40 WIB | editor : Abdul Basri

KUAT: Anastasya Andalusia binti Muhammad menjadi saksi kasus pembunuhan yang menimpa suaminya di PN Pamekasan kemarin.

KUAT: Anastasya Andalusia binti Muhammad menjadi saksi kasus pembunuhan yang menimpa suaminya di PN Pamekasan kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

Kasus pembunuhan yang menimpa Rasidi, tekong asal Kecamatan Batumarmar menyisakan duka. Istri tercintanya harus berjuang sendiri menghidupi empat orang anak.

HALAMAN Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan ramai Rabu (8/1). Puluhan warga memadati halaman kantor lembaga peradilan itu. Tempat parkir sesak dengan kendaraan pribadi dan motor.

Pohon yang tumbuh subur bergoyang mengikuti arah angin. Tepat di bawah pohon itu, tampak perempuan muda mencoba menenangkan anaknya. Derai air mata membasahi wajah bocah berusia satu tahun itu. Si perempuan mencoba menenangkan menggunakan bahasa Melayu.

Anak yang digendong mulai tenang, tetapi dua bocah lain yang juga bersama perempuan itu bermain aktif. Perempuan bernama Anastasya Andalusia binti Muhammad itu tampak kerepotan.

Anastasya terlihat sangat sabar menghadapi tingkah buah hatinya. Sedikit pun tidak terlihat wajah masam atau marah. Bagi dia, empat orang anaknya adalah segalanya setelah kepergian suami tercintanya, Rasidi, 40.

Pria yang bekerja sebagai tekong itu menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam. Nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Pelaku penganiayaan itu ditangkap polisi. Bahkan, masuk meja hijau. Kedatangan Anastasya ke PN Pamekasan dalam rangka memberikan kesaksian. Dia rela mengeluarkan biaya perjalanan dari Malaysia demi penegakan hukum.

Bagi perempuan 23 tahun itu, yang penting pembunuh suaminya dijatuhi hukuman setimpal, dia rela pulang pergi Malaysia–Indonesia. Sekalipun, dia harus repot mengurus empat orang anaknya yang dibawa ke mana pun dia pergi.

Sejak suaminya meninggal dunia, Anastasya menjadi tulang punggung keluarga. Satu-satunya pilihan yakni merantau ke Malaysia. Di negeri jiran itu bisa bekerja dan mengumpulkan uang untuk menghidupi empat orang anaknya.

Keempatnya butuh biaya hidup. Apalagi semuanya masih kecil. Anaknya paling tua yakni Abdullah Faqih Ramadhani masih enam tahun. Anak keduanya Reva Putri Amora tiga tahun.

Lalu, anak ketiga bernama Adelio Prajasa berusia 1,5 tahun. Anak bungsunya yakni Muhammad Farel Efano masih berusia 40 hari. ”Saya menjadi ibu sekaligus bapak bagi anak-anak,” katanya.

Anastasya meminta hakim menjatuhkan hukuman berat kepada terdakwa. Sebab, suaminya tidak memiliki salah apa pun kepada pelaku. Bahkan, akibat penganiayaan itu, empat orang anak harus terpisah selamanya dengan sang ayah.

Air mata perempuan bertubuh tinggi itu berderai ketika menyampaikan harapannya. Dia tak kuasa menahan sedih ketika anaknya menanyakan keberadaan Rasidi. Sebab, pria yang bekerja sebagai tekong itu memang sangat dekat dengan buah hatinya.

Anastasya memiliki harapan besar kepada hakim untuk menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku. Sebab, pembunuhan itu sangat menyakitkan dan mengorbankan anak tidak berdosa. ”Saya harap dihukum seadil-adilnya,” katanya sembari menyeka air mata.

Muslim selaku penasihat hukum Anastasya mengatakan, berdasarkan fakta persidangan, terdapat unsur perencanaan dalam aksi penganiayaan yang menyebabkan nyawa melayang. Indikasinya, dua hari sebelum penganiayaan itu terjadi, ada orang tidak dikenal masuk rumah orang tua Rasidi.

Kemudian, korban merasa ada yang mengintai. Menurut Muslim, kasus tersebut memenuhi rumusan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. ”Kami melihat ada unsur perencanaan,” tandasnya.

Rasidi diduga menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam pada Kamis, 11 Juli 2019. Polisi langsung bergerak cepat dan memburu pelaku. Keesokannya, Ruslan, 28, warga Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia