Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sumenep

Lahir di Atas Perahu, Diberi Nama Samudera

10 Januari 2020, 11: 15: 44 WIB | editor : Abdul Basri

DRAMATIS: Bidan Gesi Variana Sari dan Imam (kanan) membantu proses persalinan Tamima di atas perahu ketika berada di perairan Pulau Poteran, Sumenep, Selasa (7/1).

DRAMATIS: Bidan Gesi Variana Sari dan Imam (kanan) membantu proses persalinan Tamima di atas perahu ketika berada di perairan Pulau Poteran, Sumenep, Selasa (7/1). (ABDDUS SALAM/RadarMadura.id)

Share this      

GESI Variana Sari memiliki pengalaman yang tak mungkin dilupakan dalam karirnya sebagai bidan. Saat cuaca sedang ekstrem, dia membantu proses persalinan di atas perahu. Tamima, warga Dusun Wak-Duwak, Desa/Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, melahirkan anak kedua dalam perjalanan menuju rumah sakit Selasa (7/1).

Proses persalinan terjadi saat ombak kencang dan di alat transportasi yang tidak semestinya. Yaitu, perahu barang yang terbuat dari kayu. Walaupun persalinan itu berlangsung tidak biasa, Tamima dan bayinya selamat.

Senin (6/1) Tamima dan Imam, suaminya, datang ke Puskesmas Gayam dengan keluhan sakit perut. Setelah beberapa waktu tidak kunjung melahirkan, Tamima disarankan untuk dibawa ke RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.

Rencana dirujuknya Tamima itu dilakukan pukul 03.00 Selasa (7/1). Keluarga Tamima sudah berusaha menyewa kapal untuk mengantarkan ke daratan. Namun, pemilik kapal tidak mau karena cuaca tidak bersahabat. Kemudian keluarga berencana ikut kapal penumpang dari Pelabuhan Sokarame. Ketika saat mau naik ternyata kapal rusak dan tidak jadi berangkat.

Kemudian Tamima dibawa diikutkan kapal barang. Dia didampingi suaminya beserta dengan Gesi menuju Pelabuhan Kalianget. Di tengah terjangan ombak yang tinggi, Tamima melahirkan secara dramatis.

”Saat berusaha menolong bayi, saya sempat terpental. Tetapi alhamdulillah, ibu dan bayinya selamat,” kata Gesi. Bayi itu lahir saat perahu melintas di perairan Pulau Poteran sekitar pukul 15.00.

Tamima dan bayinya ketika itu juga dirawat dengan alat kesehatan yang sudah dipersiapkan. Penanganan tetap maksimal meski proses persalinan tidak pernah dibayangkan akan terjadi di tengah terjangan ombak.

Setelah bayi itu lahir, perahu tidak melanjutkan perjalanan menuju Kalianget. Perahu itu bertahan di tempat sambil menunggu petunjuk. Gesi terus berkoordinasi dengan Puskesmas Gayam, lalu disarankan balik jika cuaca bersahabat.

Setelah dipastikan angin tak begitu kencang dan gelombang tidak tinggi, perahu balik arah. Sekitar pukul 19.00 sampai di Pulau Sapudi. ”Keluarganya sepakat, nama di belakang (bayi) akan dikasih ’Samudera’,” tukas Gesi. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia