Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sumenep

Antisipasi Pohon Tumbang, Kapolres Deddy Tebang Pohon Pakai Gergaji

09 Januari 2020, 11: 06: 10 WIB | editor : Haryanto

BERKERINGAT: Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi saat menebang pohon pakai gergaji, Rabu (8/1).

BERKERINGAT: Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi saat menebang pohon pakai gergaji, Rabu (8/1). (Aminatus Suhra/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak dikehendaki, Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menebang pohon yang rapuh di Jalan Teuku Umar sekitar pukul 14.30.

Menurut kapolres, angin kencang atau angin puting beliung bisa membuat pohon tumbang. Berpotensi memakan korban. Penebangan pohon untuk meminimalisir adanya korban bencana alam di Sumenep.

"Rencananya, penebangan akan dilakukan di beberapa titik. Misalnya di Jalan Teuku Umar, Ponogoro, dan Budi Utomo," ujarnya.

Dijelaskan, setelah diteliti oleh petugas DLH, beberapa pohon dinilai sudah tidak layak alias rapuh. Karena itu, harus ditebang agar tumbang dan tidak memakan korban jiwa.

"Sampai saat ini, memang tidak ada korban. Tapi, kita tidak ingin menunggu munculnya korban," tutur alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1999 itu.

Dijelaskan, aktifitas penebangan pohon berdampak karambol terhadap arus lalu lintas dan pengguna jalan. Karena itu, dilakukan penutupan arus sementara. "Kalau selesai, kami buka lagi," imbuh Deddy.

Ardi Purwanto, salah seorang warga Pandian mengucapkan terima kasih kepada kapolres dan Kepala DLH Sumenep. Sebab, menebang pohon di depan rumahnya.

"Sekarang saya merasa aman. Di sini pernah terjadi pohon tumbang. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa karena kebetulan tidak ada orang yang melintas," ungkapnya.

Kepala DLH Sumenep Koesman Hadie menerangkan, penebangan pohon sering dilakukan. Lokasinya mulai dari perbatasan Pamekasan sampai ke Sumenep. Tapi, pohon yang paling sering ditebang terletak di kawasan kota.

"Sebab, batang pohonnya sudah rapuh dan dikhawatirkan tumbang. Sebelum jatuh korban, kami dan aparat kepolisian menebang pohon," pungkasnya. (Aminatus Suhra)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia