Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Nyai Hindun: Perempuan Boleh Berkarir asal Tidak Langgar Syariat Islam

08 Januari 2020, 17: 13: 01 WIB | editor : Haryanto

DIALOG: Santriwati bertanya ke narasumber dalam Ngaji Karir pada Rabu (8/12) sekitar pukul 08.00.

DIALOG: Santriwati bertanya ke narasumber dalam Ngaji Karir pada Rabu (8/12) sekitar pukul 08.00. (Nisa for RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Hari pertama Pekan Ngaji 5 Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) Putri menggelar Ngaji Karir. Acara yang digelar di musala pondok itu, bertajuk Wanita Karir dalam Prespektif Nilai-Nilai Keislaman.

Pemateri Ngaji Karir adalah pengasuh Ponpes Hasyim Asyari Jepara Nyai Hj Hindun Anisa MA. Acara dihadiri ribuan santriwati. Mereka secara seksama menyimak materi yang dipaparkan narasumber.

"Pengenalan karir kepada generasi muda (utamanya santri, Red) harus dilakukan sejak dini. Mengingat, pentingnya posisi atau karir bagi perempuan Islam dan pengaruhnya bagi kehidupan," katanya.

MEDIA PARTNER: Santri PP Muba menunjukkan poster Radar Madura online.

MEDIA PARTNER: Santri PP Muba menunjukkan poster Radar Madura online. (Moh Ali Muhsin/RadarMadura.id)

Nyai Hindun Anisa memaparkan profil dan sejarah sejumlah wanita karir di masa nabi Muhammad SAW. Seperti halnya Sayyidah Khadijah yang merupakan women preneurship.

Termasuk Jufaidah, perawat handal di masa Rasulullah. Asyifa, ahli akuntansi di masa Sayyidina Umar dan masih banyak lagi perempuan yang berpotensi mengembangkan profesinya.

"Dalam pembahasan ini, para santri bisa memiliki pradigma bahwa Islam tidak melarang perempuan berkarir dan mengembangkan potensinya. Syaratnya, tidak melanggar syariat Islam," pungkasnya. (sin)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia