Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Serda Ali Sahbana Peragakan 20 Adegan

Keluarga Meminta Aparat Berlaku Adil

08 Januari 2020, 12: 58: 36 WIB | editor : Abdul Basri

HARU: Serda Ali Sahbana dicium keluarganya usai rekonstruksi kasus penusukan polisi di Jalan Sersan Mesrul, Gang II, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, kemarin.

HARU: Serda Ali Sahbana dicium keluarganya usai rekonstruksi kasus penusukan polisi di Jalan Sersan Mesrul, Gang II, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Kasus hukum penusukan oleh Serda Ali Sahbana terhadap penyidik Polres Pamekasan Bripka Imam Sutrisno berlanjut. Personel Denpom V/4 Surabaya menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) kemarin (7/1).

Jalan Sersan Mesrul, Gang II, Kelurahan Gladak Anyar, yang merupakan akses TKP, sesak oleh warga. Masyarakat sekitar menyaksikan reka ulang tindak pidana penusukan yang dipicu permasalahan asmara itu.

Puluhan keluarga anggota Koramil Palengaan yang menjadi tersangka itu turut menyaksikan rekonstruksi tersebut. Bahkan, sebagian di antara mereka membawa selebaran layaknya demonstran. Selebaran itu berisi permintaan agar kasus tersebut diselesaikan secara adil.

Dandim 0826/Pamekasan Letkol Inf M. Effendi juga hadir mendampingi prajurit yang menggelar reka ulang itu. Sejumlah aparat kepolisian bersenjeta lengkap mengamankan jalannya proses rekonstruksi.

Sebanyak 20 adegan diperagakan Serda Ali Sahbana. Hanya, kejadian penusukan itu tidak terekam media. Sebab, peristiwa tersebut dilakukan di dalam rumah. Awak media hanya bisa menjangkau kejadian di halaman.

Usai menjalani rekonstruksi, Serda Ali Sahbana menyambangi anggota keluarga yang hadir ke TKP. Tangis haru tak terbendung. Bahkan, prajurit yang bertugas di Koramil Palengaan itu berulang kali dicium.

Ali Sahbana mencoba menenangkan keluarganya. Dia meminta semua bersabar atas cobaan itu. Pria berbaju tahanan polisi militer itu meminta agar tidak ada yang melakukan aksi balas dendam. ”Jangan nangis, sabar,” katanya tegas.

Haji Ningsih selaku kerabat Serda Ali Sahbana meminta aparat berlaku adil. Kasus penusukan itu terjadi lantaran istri tercinta prajurit TNI itu diganggu oleh Penyidik Polres Pamekasan Bripka Imam Sutrisno.

Jika tidak diganggu, dia menjamin tidak akan terjadi peristiwa penusukan tersebut. Dengan demikian, aparat keamanan harus berlaku adil dalam menangani kasus itu. ”Bapak harus adil,” pintanya berteriak.

Komandan Subdenpom V/4-3 Pamekasan Lettu CPM Maskun enggan berkomentar. Sebab, kasus tersebut ditangani Denpom V/4 Surabaya. ”Saya tidak bisa memberikan keterangan,” ucapnya singkat.

Sementara itu, usai dilakukan rangkaian rekonstruksi, personel dari Denpom V/4 Surabaya langsung kembali ke Kota Pahlawan. Tersangka juga dibawa usai kegiatan tersebut.

Untuk diketahui, kasus penusukan itu terjadi pada Selasa, 10 Desember 2019. Motif tindak pidana itu diduga terjadi karena persoalan asmara. Bripka Imam Sutrsino diduga kuat menjalin hubungan terlarang dengan istri Serda Ali Sahbana.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia