Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Sentra IKM Telan Rp 19,8 M, dan Belum Beroperasi

Disnaker Sebut Butuh Anggaran Tambahan

07 Januari 2020, 18: 21: 08 WIB | editor : Abdul Basri

MUBAZIR: Sentra IKM di Desa Baengas, Kecamatan Labang, tak ada aktivitas hingga saat ini.

MUBAZIR: Sentra IKM di Desa Baengas, Kecamatan Labang, tak ada aktivitas hingga saat ini. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Sentra industri kecil menengah (IKM) di Desa Baengas, Kecamatan Labang, dibangun sejak 2017. Namun, hingga saat ini bangunan itu tak kunjung belum difungsikan. Pemerintah beralasan fasilitas belum lengkap.

Dana yang digelontorkan untuk proyek pembangunan sentra IKM mencapai Rp 19,8 miliar. Yakni, Rp 10 miliar pada 2017. Lalu, pada 2018 dapat kucuran Rp 6 miliar dan Rp 3,8 miliar pada 2019.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan Tamar Djaja menegaskan, proyek sentra IKM bersifat multiyears dan bersumber dari dana pemerintah pusat. Untuk melanjutkan pembangunan tersebut, dibutuhkan dan kurang lebih Rp 17 miliar.

Sayangnya, tahun ini tidak ada gelontoran dana. ”Semua sumber dananya dari pusat. Sinyal dapat anggaran lagi 2021,” ujarnya kemarin (6/12). 

Menurut Tamar, proyek sentra IKM itu baru selesai sepertiganya. Banyak fasilitas yang perlu dibangun. Misalnya, gedung common facility, toilet umum, kantor UPT, dan infrastruktur kawasan. ”Kalau semua itu dibangun, baru layak sebagai sentra IKM,” katanya. 

Tamar menyampaikan, dalam proyek sentra IKM, yang selesai baru gedung batik dua unit, toilet khusus, dan tower air. Itu dianggarkan sejak 2017. ”Nanti kan ada UPT-nya. Nah, gedungnya belum ada,” terangnya.

Meski demikian, pemerintah pusat mengimbau agar diupayakan beroperasi 2020 dengan fasilitas seadanya. ”Ya, kami usahakan 2020 ini beroperasi,” janjinya. 

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman menyatakan, sentra IKM semestinya beroperasi, tidak perlu menunggu fasilitas lengkap. Sebab, jika dibiarkan begitu, akan banyak fasilitas yang rusak. Semakin lama gedung itu tidak dimanfaatkan, semakin cepat pula kerusakannya. 

”Coba diamkan setahun saja, pasti banyak yang jebol. Solusinya ya harus beroperasi dengan fasilitas seadanya dulu,” sarannya. 

Lagi pula, kata Fatkurrahman, ketika gedung sentra IKM itu beroperasi, perekonomian warga sekitar akan terbantu dan pelaku-pelaku ekonomi kreatif bisa menjajakan hasil produksinya. ”Itu dampak positifnya. Imbauan dari kementerian harus dijalankan,” desaknya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia