Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Kebakaran RSUD Diduga karena Hubungan Arus Pendek

Operasi Pasien Harus Ditunda

07 Januari 2020, 07: 40: 39 WIB | editor : Abdul Basri

BIKIN PANIK: Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan saat terjadinya kebakaran.

BIKIN PANIK: Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan saat terjadinya kebakaran. (RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Suasana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan berubah riuh kemarin (6/1) sekitar pukul 10.00. Api tiba-tiba berkobar dari ruang manajemen lantai dua dan menjalar ke lantai empat. Asap tebal membubung hingga atap rumah sakit.

Pihak RSUD langsung menghentikan pelayanan. Rencana operasi pasien juga ditunda. Misalnya, operasi katarak dan operasi ringan lainnya.

Pengunjung dan sebagian pasisen diarahkan ke titik kumpul. Sebagian petugas berupaya memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (apar).

Suasana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan berubah riuh kemarin (6/1) sekitar pukul 10.00.

Tim pemadam kebakaran baru tiba di RSUD pukul 10.25. Petugas sempat kesulitan. Sebab, api sudah menjalar ke lantai empat melalui pipa besar berisi kabel. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 11.15.

”Kami sempat kebingungan saat naik ke lantai 2 sampai 4 karena kondisi rumah sakit dan petugasnya kebingungan,” ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Bangkalan Hendro.

Menurut Hendro, kebakaran disebabkan hubungan pendek arus listrik. Saat timnya tiba di lokasi, api sudah menjalar ke lantai empat sehingga mempersulit tim damkar untuk menggunakan selang yang cukup panjang.

”Titik apinya berada dilantai empat. Karena itu, kami kesulitan mencari selang yang cukup panjang untuk sampai ke titik api,” akunya.

Pihaknya menurunkan satu unit mobil damkar dan 12 personel. Juga dibantu pihak kepolisian, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dan kodim. Kerugian materi diperkirakan Rp 3 miliar. ”Untung saja jarak kami cukup dekat dan tidak ada korban jiwa dalan insiden ini,” ujarnya.

Direktur RSUD Syamrabu Nunuk Kristiani menjelaskan, kebakaran bermula dari lantai dua, kemudian menjalar sampai lantai empat sehingga asapnya mengepul melewati atap. Sebab, saluran kabel-kebel tersebut memiliki pipa mirip seperti cerobong.

”Kami sudah melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Sebagian petugas menggiring pasien agar tetap tenang menuju titik kumpul,” katanya.

Klik disini untuk Bantu dan dukung channel Youtube Radarmadura id

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama belum memastikan penyebab kebakaran tersebut. Pihaknya akan meminta bantuan tim dari Polda Jawa Timur untuk mengetahui pasti penyebabnya. Mungkin hasilnya keluar sekitar satu atau dua hari kemudian.

”Saya berikan apresiasi kepada pihak rumah sakit karena telah melakukan penanganan tepat sehingga tidak menyebabkan kebakaran lebih luas,” katanya.

Rama berjanji segera menyelesaikan dan memperjelas kasus tersebut. Dengan begitu, penyebab, kerusakan, dan kerugian segera diketahui bersama. Masyarakat juga diharapkan tenang dan tetap mengikuti aba-aba petugas rumah sakit.

”Petugas rumah sakit tentunya juga sudah paham caranya karena sering diadakan simulasi penanggulangan bencana,” katanya.

Bupati Bangkalan Abdul latif Amin Imron mengutarakan, kebakaran tersebut cukup mengkhawatirkan. Sebab, rumah sakit itu merupakan aset penting masyarakat.

Bupati yang arkab disapa Ra Latif itu bersyukur tidak ada korban jiwa atas musibah tersebut dan tidak banyak merusak fasilitas rumah sakit. ”Jangankan masyarakat, saya saja khawatir ketika mendengar kebakaran ini,” ungkap matan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

”Saya ucapkan terima kasih kepada petugas rumah sakit karena tidak membiarkan api meluas sampai tenaga pemadam kebakaran tiba,” pungkasnya. (c5)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia