Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sampang

Evaluasi Proyek Libas Deadline

05 Januari 2020, 12: 08: 47 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM KELAR: Sejumlah tukang masih bekerja di area proyek pembangunan kantor Diskominfo Sampang kemarin.

BELUM KELAR: Sejumlah tukang masih bekerja di area proyek pembangunan kantor Diskominfo Sampang kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

   SAMPANG – Proyek fisik di Kabupaten Sampang masih ada yang melebihi deadline. Hal itu menjadi anggota Komisi III DPRD Sampang Abdussalam. Dia meminta kebiasaan buruk tersebut tidak terulang lagi.

            Menurut Abdussalam, Komisi III DPRD Sampang pada akhir 2019 getol melaksanakan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa proyek fisik. Misalnya, pembangunan gedung dekranasda, kantor diskominfo, dan lain-lain.

            Saat itu masih banyak yang belum dituntaskan sehingga diprediksi tak bisa diselesaikan tepat waktu. Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi. ”Kami akan evaluasi seluruh proyek libas deadline dan libas tahun,” paparnya.

            Proyek yang dikerjakan hingga lintas tahun jelas sudah melebihi deadline. Pihaknya akan memanggil dinas terkait dan pelaksana proyek untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya.

            Sebab, pelaksana proyek yang tidak bisa menyelesaikan sesuai waktu yang ditentukan. ”Kami akan pastikan pelaksana proyek sudah membayar denda sesuai dengan ketentuan,” paparnya.

            Pihaknya juga bakal mendorong pelaksana proyek yang tidak patuh deadline agar menjadi catatan merah pemkab, bahkan disanksi tidak bisa menjadi pelaksana kegiatan fisik di Sampang. ”Komisi III akan meningkatkan fungsi pengawasan,” janjinya.

            Sementara itu, Bupati Sampang H Slamet Junaidi menegaskan tidak berkompromi dengan kontraktor yang tidak memperhatikan kualitas pekerjaan. Menurut dia, siapa pun kontraktor yang tidak bagus hasil pekerjaannya akan dicoret. ”Saya terus memperhatikan hasil pekerjaan para kontraktor. Tentunya, kami punya standar penilaian,” paparnya.

            Pihaknya ingin para kontraktor yang menjadi pelaksana kegiatan bersinergi dengan pemerintah daerah. Semua program harus menyesuaikan dengan visi dan misi Sampang Hebat Bermartabat.

            ”Kualitas dimaksimalkan karena kami tidak ingin terus-menerus memikirkan pembangunan fisik saja. Tapi, pembangunan di bidang lainnya juga akan dipikirkan dan segera digarap,” pungkasnya. 

(mr/rus/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia