Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sampang

Rp 192 Juta Hanya untuk Lampu Hias Jembatan

04 Januari 2020, 10: 20: 16 WIB | editor : Abdul Basri

DIPERCANTIK: Sejumlah pengendara melintas di jembatan Jalan Panglima Sudirman, Sampang, yang sedang dipasang lampu hias tadi malam.

DIPERCANTIK: Sejumlah pengendara melintas di jembatan Jalan Panglima Sudirman, Sampang, yang sedang dipasang lampu hias tadi malam. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang terus melakukan pembenahan dekorasi tata kota. Terbaru, dinas tersebut akan melakukan pembangunan sekaligus pemasangan lampu hias di sepanjang Jembatan Panglima Sudirman.

Kabid Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan dan Pertamanan DLH Sampang Imam Irawan mengatakan, anggaran untuk pemasangan lampu di jembatan itu Rp 192 juta. Pemasangan lampu hias jembatan juga akan dilakukan di Jalan Rajawali dan Syamsul Arifin.

Namun, untuk dua lokasi itu belum bisa dinyalakan karena menunggu ketersediaan listrik. Tadi malam lampu hias di jembatan Jalan Panglima Sudirman juga belum menyala. ”Instruksi langsung dari Pak Bupati supaya jalan protokol terang dan dipasang lampu hias,” ungkapnya kemarin (2/1).

Tujuan pemasangan lampu hias tersebut untuk mengindahkan suasana kota Sampang pada malam hari. Menurut dia, jalan protokol Kabupaten Sampang saat ini sudah banyak mengalami perubahan.

”Lampu hias jembatan butuh listrik khusus karena itu menyala sesuai kontrol panel. Kalau nyambung dari PJU tidak kuat,” paparnya.

Dalam jangka panjang, DLH juga akan melakukan pembangunan di sepanjang sungai sebagai wisata malam dan pusat kuliner. ”Tatanan kota ini akan dikemas lebih baik. Sehingga, stigma Sampang sebagai kota mati akan hilang dengan sendirinya,” ungkapnya.

Setelah lampu hias terpasang, pihaknya juga berencana akan melengkapi jembatan dengan kursi. Dengan begitu, pejalan kaki bisa santai dan menikmati indahnya lampu hias di malam hari dengan nyaman.

Pemasangan lampu hias juga akan dipasang di semua toko atau pusat perbelanjaan Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga Jalan Diponegoro. Namun, pihaknya masih akan membahas rencana tersebut dengan DPRD.

”Kalau di pertokoan dan pusat belanja, rencananya kami yang menyediakan lampunya, listriknya ditanggung sendiri oleh pemilik toko,” paparnya.

Mashudi, warga Jalan Manggis mengatakan, pemasangan lampu hias sangat tepat. Menurut dia, lampu hias tersebut mampu menghidupkan suasana Kota Sampang. Kota Sampang tampak hidup di malam hari. Sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. ”Tamannya juga sudah mulai bagus, jalan protokolnya mulai terang benderang,” paparnya.

Karena itu, dia berharap Pemkab Sampang terus bisa meningkatkan inovasinya. Dengan demikian, Sampang tidak lagi dianggap sebagai kota kumuh. ”Saya ketika bertemu dengan orang luar Sampang penilaiannya sudah mulai bagus, mulai ada bahasa Sampang makin indah. Kalau dulu kan selalu dibilang kota matilah, apalah, kan gitu,” pungkasnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia