Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

APBD 2020 Terancam Defisit Rp 511 M

01 Januari 2020, 10: 40: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SIAP DIREALISASIKAN: Bupati Baddrut Tamam menandatangani APBD 2020 pada rapat paripurna kemarin.

SIAP DIREALISASIKAN: Bupati Baddrut Tamam menandatangani APBD 2020 pada rapat paripurna kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 ditetapkan di penghujung 2019 kemarin (31/12). Proyeksi belanja jauh lebih tinggi daripada target pendapatan. Bahkan, terancam defisit hingga Rp 511.354.123.434.

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengatakan, APBD Pamekasan mengalami defisit yang cukup tinggi. Salah satu pemicunya, terlalu banyak usulan program yang masuk.

Dari sektor pendapatan masih terbatas. Bahkan, dari total pendapatan Rp 1,8 triliun, pendapatan asli daerah (PAD) hanya Rp 184 miliar. Penyumbang pendapatan paling banyak dari dana perimbangan.

Lebih tingginya belanja dibandingkan dengan pendapatan bisa berdampak fatal pada realisasi program. Kemungkinan terburuknya, tidak semua program yang dicanangkan pemerintah terealisasi.

Namun, seluruh program bisa terealisasi jika eksekutif kreatif dan inovatif menjaring anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Banyak pos anggaran di provinsi maupun di pusat yang bisa digelontorkan ke daerah.

Jika eksekutif mampu meyakinkan pemerintah pusat, kata Fathor, anggaran akan datang dengan sendirinya. ”Harus pintar mencari anggaran di provinsi maupun di pusat,” sarannya.

Politikus PPP itu meminta eksekutif lebih jeli mengusulkan anggaran. Skala prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat harus benar-benar diperhatikan.

Caranya, usulan program harus mengakomodasi seluruh sektor. Di antaranya, kebutuhan desa sebagaimana tertuang dalam dokumen musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Lalu, usulan melalui reses anggota dewan juga harus terakomodasi dengan baik. Dengan demikian, program yang akan dikerjakan itu sesuai kebutuhan di lapangan. ”Semoga seluruh program yang direncanakan terealisasi dengan baik,” harapnya.

APBD 2020 ditetapkan kemarin melalui rapat paripurna di kantor DPRD Pamekasan. Penetapan anggaran itu terbilang akhir. Sebab, kemarin adalah deadline yang diberikan Kemendageri untuk penetapan anggaran.

Bupati Baddrut Tamam tidak menanggapi secara gamblang defisit anggaran itu. Dia hanya menyampaikan bahwa usulan program sangat banyak. Tetapi, realisasinya tetap memprioritaskan yang ada di rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Di antaranya, pemberian beasiswa kepada warga kurang mampu dan berprestasi. Lalu, mendorong lahirnya pengusaha baru dan pembangunan infrastrukur yang berkeadilan. ”Lima prioritas akan dilaksanakan dengan membangun pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia