Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sampang

Tahun Depan Anggarkan Rp 11 Miliar

29 Desember 2019, 16: 36: 26 WIB | editor : Abdul Basri

FOKUS: Seorang atlet melakukan latihan di Stadion Wijaya Kusuma, Sampang, kemarin.

FOKUS: Seorang atlet melakukan latihan di Stadion Wijaya Kusuma, Sampang, kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang sudah menggelontorkan dana Rp 14,7 miliar untuk pembebasan lahan stadion. Anggaran tersebut belum cukup. Pasalnya, lahan yang dibutuhkan seluas 95 bidang dengan luas 11 hektare atau 1.700 meter persegi.

Tahun ini pemkab hanya bisa membebaskan 33 bidang lahan atau 40 persen dari yang dibutuhkan. Untuk melanjutkan pembebasan lahan, pada 2020 pemerintah kembali menganggarkan Rp 11 miliar.

Kabid Olahraga Disporabudpar Sampang Ainur Rofik mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan stadion tidak bisa dilakukan sekaligus. Sebab, anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Sementara lahan yang dibutuhkan cukup luas.

Saat ini tersisa 62 bidang lahan yang belum dibebaskan. Direncanakan sisa lahan yang belum dibebaskan akan dianggaran tahun depan. ”Meski belum seratus persen, paling tidak sudah lebih dari 50 persen,” kata Rofik kemarin (28/12).

Meski beberapa lahan sudah dibebaskan, pemkab belum bisa melakukan langkah apa pun. Di samping pembebasan lahan belum rampung, rancangan detail engineering design (DED) belum ada. Pemkab akan memasukkan anggaran DED dalam APBD 2020. Sebab, hal itu harus disesuaikan dengan rencana anggaran biaya (RAB).

”Kita bisa merancang DED setelah pembebasan lahan lebih dari 50 persen. Kita sudah anggarkan tahun depan,” ungkapnya.

Rofik menyampaikan, anggaran pembebasan lahan dan DED disesuaikan dengan kemampuan daerah. Jika hal itu tuntas, pihaknya akan mengajukan bantuan pada pemerintah pusat untuk pembangunan stadion.

Dalam pembangunan stadion, pihaknya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat. Sebab, jika dibebankan pada daerah tentunya tidak akan mampu. Apalagi, anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit.

”Pembebasan lahan dan DED merupakan syarat utama untuk mengajukan bantuan pembangunan stadion. Desain yang kita buat menjadi acuan pemerintah pusat untuk membantu proses pembangunan stadion,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengutarakan, pihaknya menginginkan membangun stadion bertaraf nasional. Hal itu sebagai bentuk keseriusannya dalam mengembangkan olahraga. Apalagi, pemuda Sampang dinilai banyak yang memiliki potensi dalam olahraga

”Mereka terkendala fasilitas yang tidak memadai. Yang jelas kami komitmen pembangunan stadion ini harus selesai dalam periode kepemimpinan kami,” tegas pria yang akan disapa H. Idi. (bil)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia