Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan
Anggaran Rp 390 Miliar Ngendap

Banggar Kecewa APBD 2019 Baru Terserap 67 Persen

16 Desember 2019, 17: 43: 04 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM KELAR: Tukang mengerjakan proyek gedung DPRD Bangkalan di Jalan Halim Perdanakusuma, Jumat (13/12).

BELUM KELAR: Tukang mengerjakan proyek gedung DPRD Bangkalan di Jalan Halim Perdanakusuma, Jumat (13/12). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Serapan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2019 rendah. Hingga per 10 Desember baru terealisasi 67 persen.

Dari total anggaran Rp 1.173.082.847.140, baru terealisasi Rp 782.297.864.732 atau 67 persen. Sisa yang belum diserap Rp 390.784.982.408 atau 33 persen.

Kabid Akuntansi dan Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Yudianto menerangkan, serapan APBD 2019 setiap harinya terus naik dan dinamis. Tetapi, per 10 Desember memang hanya terealisasi 67 persen.

”Kalau sampai sekarang tentu lebih dari 67 persen. Baru klir diketahui 31 Desember,” kata Yudianto kemarin (15/12).

Menurut Yudi, setiap hari akan ada OPD yang mengajukan pencairan atas hasil kegiatan yang dikerjakan. Apalagi, saat ini mendekati akhir tahun. Dia optimistis serapan APBD 2019 bisa terserap 100 persen. ”Nambah terus per hari karena mendekati akhir tahun,” ujarnya.

Realisasi itu bisa naik bergantung pada OPD. Sebab, setiap OPD memiliki program yang harus dikerjakan. ”Tentu laporannya juga akhir tahun. Karena itu, kami tetap optimistis bisa terserap 100 persen,” imbuhnya.

Kalaupun nanti ada beberapa kegiatan di masing-masing OPD yang tidak selesai, itu bisa jadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa). ”Kami ya hanya mencatat. Kalau ada anggaran tidak bisa diserap, pilihannya jadi silpa,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan Musawwir mengaku kecewa jika sampai 10 Desember serapan APBD baru 67 persen. Hal itu menunjukkan kalau kinerja OPD belum optimal. Sebab, serapan tidak lepas dari belanja langsung yang diperuntukkan masyarakat.

”Saya yakin tidak akan terserap 100 persen kalau pertangahan Desember masih 67 persen,” katanya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia