Selasa, 28 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Pria ini Bunuh Korban sebelum Jumatan

13 Desember 2019, 19: 11: 04 WIB | editor : Abdul Basri

MOTIF SANTET: Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra dan Wakapolres Kompol Suhartono merilis tersangka pembunuhan Tora’i kemarin.

MOTIF SANTET: Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra dan Wakapolres Kompol Suhartono merilis tersangka pembunuhan Tora’i kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Isu santet membuat nyawa orang terenggut. Seperti yang terjadi di Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Karena dituduh memiliki ilmu hitam, Tora’i dihabisi tetangganya sendiri.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra merilis tersangka pembunuhan bernama Arifin, 27, kemarin (12/12). Pasca kejadian pembunuhan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Dua hari setelah kejadian pembunuhan tersebut, pelaku yang tak lain masih tetangga korban diamankan.

”Jadi, pelaku menyangka bahwa pamannya yang meninggal beberapa tahun lalu akibat disantet oleh korban,” katanya.

Tersangka mengakui korban dibunuh saat hendak berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat (29/11). Tersangka membunuh korban dengan cara disetrum menggunakan raket nyamuk elektrik. Sebab, beredar kabar, korban memiliki ilmu kebal.

Tersangka juga memukul korban menggunakan kayu balok. Setelah tersungkur, kepala korban dilempari batu. ”Korban meninggal langsung di TKP. Ada luka lebam di bagian pipi kanan dan leher belakang, luka lecet, dan lebam di punggung serta luka sobek di bagian jari tangan kiri dan lutut,” paparnya.

Didit yakin pelaku tidak sendirian. Satu teman Arifin masih buron. ”Kami terus lakukan pengejaran. Syukur-syukur bisa segera menyerahkan diri,” terangnya.

Satu bulan sebelum kejadian tersebut Arifin merencanakan untuk melakukan pembunuhan bersama temannya. Setelah berencana, pelaku ini bermimpi neneknya yang meninggal. Dalam mimpi itu, si nenek memberi petunjuk jika ingin membunuh korban harus dipukul menggunakan raket nyamuk elektrik.

Namun, sebelum dipukulkan, raket tersebut ditaruh di atas makam neneknya tersebut. ”Pelaku ini semakin yakin dan kuat untuk membunuh korban karena didatangi neneknya dialam mimpinya,” pungkasnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka diancam pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara. ”Pelaku ini pada saat menjalankan aksinya menggunakan helm. Jadi sengaja menutup muka supaya tidak terlihat oleh korban,” pungkas Didit.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia