Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sampang

Miris! Jembatan Penghubung Dua Desa di Sampang Dibiarkan Rusak Setahun

12 Desember 2019, 08: 32: 24 WIB | editor : Haryanto

BERBAHAYA: Warga hendak melintas di jembatan kayu hasil swadaya pasca ambruk.

BERBAHAYA: Warga hendak melintas di jembatan kayu hasil swadaya pasca ambruk. (Moh Iqbal/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG - Jembatan penghubung antara Desa Batoporo Barat dan Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung memprihatinkan. Sebab, selama satu tahun dibiarkan ambruk.

Sayyadi, warga Desa Batoporo Barat mengatakan, jembatan tersebut sudah setahun ambruk. "Anak-anak yang ingin berangkat sekolah terpaksa menyebrang sungai," ucapnya.

Dijelaskan, agar jembatan tetap bisa dilewati, warga sumbangan membeli kayu. Saat ini, jembatan tersebut sudah bisa dilewati orang. Tapi, tidak bisa dilintasi mobil.

MEMPRIHATINKAN: Dinding jembatan penghubung dua desa rusak terkikis arus air.

MEMPRIHATINKAN: Dinding jembatan penghubung dua desa rusak terkikis arus air. (Moh Iqbal/RadarMadura.id)

"Semoga jembatan ini cepat diperbaiki oleh pemerintah. Sebab, sekarsng musim hujan. Khawatir jembatan rusak lagi diterjang arus sungai," harap Sayyadi.

Sementara itu, Camat Kedungdung Arif Purna Hermawan mengaku sudah meninjau ke lokasi bersama kepala desa dan Dinas PUPR Sampang. Selanjutnya, akan mengusulkan ke pemkab agar diperbaiki.

"Kalau memperbaiki menggunakan DD dan ADD tidak akan cukup. Kalau dana DD dan ADD sekitar 1,2 juta. Sementara jembatan butuh dana sekitar Rp 1 miliar," pungkasnya. (Moh Iqbal)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia