Selasa, 28 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Anggota TNI Tusuk Penyidik Polres

Diduga karena Motif Asmara

11 Desember 2019, 19: 59: 40 WIB | editor : Abdul Basri

GEGER: Tim Inafis Polres Pamekasan berada di rumah yang diduga menjadi tempat penusukan terhadap penyidik polres di Jalan Sersan Mesrul, Gang II, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, kemarin.

GEGER: Tim Inafis Polres Pamekasan berada di rumah yang diduga menjadi tempat penusukan terhadap penyidik polres di Jalan Sersan Mesrul, Gang II, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, kemarin. (RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Penyidik Polres Pamekasan Bripka Imam Sutrisno tergeletak di sekitar halaman parkir Bank Syariah SPM kemarin (10/12). Darah bercucuran dari tubuhnya.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.23. Warga yang lalu-lalang langsung menghubungi pihak rumah sakit. Pria asal Desa Teja Timur, Kecamatan Kota Pamekasan, itu lalu dibawa ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo.

Selang beberapa menit, polisi tiba di lokasi. Mereka melihat barang bukti berupa sepeda motor Honda Scoopy dengan nopol M 5482 BN yang dikendarai Imam. Kemudian, petugas menuju tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penusukan itu.

Tindak pidana tersebut diduga terjadi di rumah yang belum ditempati di Jalan Sersan Mesrul, Gang 2, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota. Rumah tersebut langsung diberi garis polisi.

Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Pamekasan mengidentifikasi rumah tersebut. Sejumlah warga berkerumun menyaksikan penyelidikan itu.

Pak Dion, warga setempat, menuturkan, Imam mendatangi rumah kosong itu bersama ibunya. Namun, penyidik polres tersebut masuk ke rumah, sedangkan ibunya menunggu di pinggir jalan.

Sekitar pukul 10.30, Imam keluar dari rumah kosong itu dengan kondisi bersimbah darah. Ibunya menjerit tragis minta tolong. Imam panik, lalu mengambil motor milik warga sekitar, kemudian pergi.

Si pemilik motor juga berteriak minta tolong karena menyangka motornya dirampas maling. Pak Dion berusaha menenangkan keduanya. Kemudian, perempuan yang mengaku ibu kandung Imam itu meminta antar ke rumahnya.

”Sesampainya di Bank SPM, saya lihat ada ramai-ramai. Saya turun, ternyata Imam sudah tergeletak. Saya lihat motor orang rumah juga ada. Saya langsung telepon bahwa motornya aman,” ceritanya.

Pak Dion mengaku tidak mengenal Imam sebelumnya. Dia baru tahu bahwa korban penusukan itu anggota polisi setelah ada pemeriksaan pihak kepolisian di TKP. ”Kalau kronologisdari awal saya tidak tahu,” ujarnya.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan Iptu Nining Dyah S. membenarkan Imam anggota Polres Pamekasan. Korban penusukan itu masih dirawat intensif di RSUD dr H Slamet Martodirdjo. ”Masih dalam penyelidikan,” katanya singkat.

Apakah penusukan itu dilatarbelakangi motif asmara? Nining enggan menanggapi pertanyaan wartawan. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang berkembang sebelum mengetahui kepastiannya.

Di tempat terpisah, Komandan Subdenpom V/4-3 Pamekasan Lettu CPM Maskun mengatakan, terduga pelaku penusukan itu adalah anggota TNI. Yakni, AS yang bertugas di Koramil Palengaan.

Motif tindak pidana kriminal itu merupakan urusan asmara. Berdasar pengakuan pelaku, Imam Sutrisno diduga kuat ada hubungan spesial dengan istri serda AS. Akibatnya, pelaku cemburu.

Usai melakukan penusukan, pelaku menyerahkan diri ke Kodim 0826/Pamekasan. Kemudian, Serda AS dibawa ke Denpom V/4 Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. ”Kasus ini ditangani Denpom V/4 Surabaya,” tegasnya.

Rumah kosong di Jalan Sersan Mesrul, Gang II, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, merupakan milik Serda Santo Zaini yang juga betugas di Koramil Palengaan.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia