Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sampang

Tiap Hari, Tiga Juta Liter Air PDAM Bocor

06 Desember 2019, 09: 49: 28 WIB | editor : Abdul Basri

BERI PENJELASAN: Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan menjelaskan kondisi PDAM kemarin.

BERI PENJELASAN: Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan menjelaskan kondisi PDAM kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Wajar bila pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) Sampang sering mengeluh. Pasalnya, selama ini banyak yang tidak menikmati air perusahaan pelat merah itu secara lancar. Padahal, air menjadi kebutuhan sehari-hari bagi warga.

Usut punya usut, tersendatnya distribusi air ke pelanggan karena terjadi kebocoran. Hasil hearing Komisi II DPRD Sampang dengan PDAM menemukan fakta adanya kebocoran air mencapai tiga juta liter lebih setiap hari.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan menjelaskan, wilayah Kota Sampang ada delapan sumber mata air. Setiap detik sumber tersebut menghasilkan sekitar 100 liter. Dalam 24 jam menghasilkan air 7.096 meter kubik atau tujuh juta liter lebih.

”Sesuai dengan peraturan, angka 7.096 meter kubik ini dikurangi 20 persen. Maka ketemu angka 5.645 meter kubik yang bisa didistribusikan ke masyarakat,” kata Alan Rabu (4/12).

Dia kemudian membandingkan dengan rasio penduduk dan kebutuhan air. Jumlah penduduk kota Sampang 118.245 jiwa. Kebutuhan air per hari 60 liter per jiwa. Dengan demikian, kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan 7.095 meter kubik.

Jumlah pelanggan PDAM di Sampang sekitar 39.888 jiwa. Jika dihitung dengan kebutuhan air rata-rata 60 liter per hari, mereka menghabiskan 2.393 meter kubik. Dari 5.645 meter kubik air PDAM yang bisa terdistribusikan ke warga, masih tersisa sekitar 3.252 meter kubik per hari.

Sisa 3.252 meter kubik atau 3,2 juta liter inilah yang selama ini diduga bocor. Sebab, saat ini pendistribusian air tidak merata ke semua pelanggan. Padahal, jika sesuai dengan perhitungan, ketersediaan air dari delapan sumber air PDAM memadai. ”Yang tiga juta liter lebih itu bocor,” jelas politikus Partai Gerindra tersebut.

Tiga faktor yang menyebabkan air tersebut bocor. Pertama karena fisik. Yakni, diduga adanya pipa-pipa rusak dan lain sebagainya. Kedua, meteran yang rusak atau tidak terbaca dengan baik. Ketiga, karena pencurian dari saluran yang tidak resmi.

Menurut dia, jika tidak ada kebocoran, ketersediaan air PDAM bisa mencukupi kebutuhan sekitar 90 ribu jiwa. Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada jumlah pelanggan. Bahkan, hampir menyamai jumlah penduduk kota Sampang.

”Masalah ini, tahun ini harus sudah beres. Kebocoran air tidak boleh lagi terjadi. Dan yang 3.252 meter kubik tahun-tahun berikutnya harus dimanfaatkan,” tukasnya.

Pihak PDAM Sampang belum bisa dimintai keterangan. Kabag Hubungan Langganan PDAM Sampang Yazid Solihin dibubungi melalui telepon pribadinya dan pesan singkat juga tidak ada jawaban.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia