Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Kejari Kebut Penyelidikan Realisasi BOS

04 Desember 2019, 12: 32: 01 WIB | editor : Abdul Basri

Kejari Kebut Penyelidikan Realisasi BOS

Share this      

BANGKALAN – Penanganan dugaan penyimpangan pengadaan buku yang bersumber dari bantuan operasional sekolah (BOS) berlanjut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan mengebut penyelidikan kasus yang terjadi pada 2016 hingga 2018 tersebut.

Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana mengakui pihaknya kembali memanggil pelapor. Saksi yang sudah diperiksa tujuh orang, lalu ditambah lima orang. Dengan demikian, saksi yang dimintai keterangan berjumlah 12 orang.

”Kalau dilihat dari tupoksi dari dulu sampai sekarang sama. Yang lebih banyak berperan di BOS ini masing-masing sekolah dan anggarannya langsung ke sekolah,” ungkap Putu kemarin (3/12).

Kasiintel kejari itu menambahkan, petunjuk teknis (juknis) dalam penggunaan anggaran tersebut dari pusat. Jika nanti tim berpendapat dianggap penting, mantan kepala dinas pendidikan akan dimintai keterangan kembali. ”Tapi, masih fifty fifty karena tidak terlalu krusial juga peranannya. Sesuai dengan laporan masalah SPj (surat pertanggungjawaban) saja,” terangnya.

Ditanya nominal dari pelaporan SPj dana BOS, Putu enggan memberikan penjelasan secara detail. Menurut dia, di laporan hanya beberapa sekolah yang ada nominalnya. ”Tidak semua sekolah. Hanya sampel. Itu pun mengacu pada daerah lain,” ujarnya.

Pihaknya berjanji akan terus menindaklanjuti kasus yang ditanganinya itu. Apalagi, ditemukan kerugian negara dalam SPj dana BOS.

Untuk diketahui, kasus dugaan penyimpangan dana BOS yang ditangani kejari itu terjadi selama tiga tahun. Yakni, pada 2016, 2017, dan 2018. Beberapa pihak sudah dimintai keterangan. Yakni, Kepala Disdik Bambang Budi Mustika, Moh. Ya’kub, dan Mustaqim.

(mr/rul/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia