Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Ajukan Proposal untuk Benahi SGB Namun Belum Dapat Respons Kemenpora

02 Desember 2019, 10: 39: 06 WIB | editor : Abdul Basri

PERLU PEMBENAHAN: Sejumlah pemain menjalani latihan di SGB beberapa waktu lalu.

PERLU PEMBENAHAN: Sejumlah pemain menjalani latihan di SGB beberapa waktu lalu. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pemkab Bangkalan melalui dinas pemuda dan olahraga (dispora) bekerja ektra agar Stadion Gelora Bangkalan (SGB) terpilih sebagai tempat pertandingan level internasional. Caranya, harus ada pembenahan stadion. 

Dispora tengah mengajukan proposal ke Kementerian Olahraga (Kemenpora) untuk mendapatkan dana Rp 55 miliar. Namun, hingga kini belum ada respons. 

Kepala Dispora Bangkalan Saad Asy’ari mengutarakan, pada 2020 Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah untuk Piala Dunia U-20. Karena itu, pihaknya menyiapkan diri agar SGB terpilih dan bisa dijadikan tempat pertandingan bergengsi tersebut. Syaratnya, ada beberapa fasilitas stadion yang harus diperbaiki. 

”Proposal sudah kami ajukan ke Kemenpora. Tapi, belum ada respons. Mungkin masih fokus SEA games,” katanya kemarin (1/12). 

Menurut Saad, dana yang tertuang dalam proposal berkisar Rp 55 miliar. Dana tersebut diperuntukkan sebagai penambahan tribun. Kemudian, ruang ganti dan pembenahan kamar mandi. 

”Kalau pakai APBD jelas tidak mungkin. Karena itu, kami harus ajukan proposal ke Kemenpora,” ujarnya. 

Saad mengklaim, SGB sangat layak dijadikan tempat pertandingan antarnegara. Selain itu, lokasinya strategis dan jauh dari kemacetan. ”Hanya, perlu tambahan dan perbaikan itu tadi,” sebutnya. 

Minimal SGB ini dijadikan tempat latihan agar para pemain dari luar cepat beradaptasi. Namun, Saad berharap tetap dipakai untuk pertandingan resmi. ”Karena rumputnya juga bagus. Kami harap Pak Menteri merespons maksud kami ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengaku setuju pihak dispora berinisiatif mengajukan dana ke Kemenpora. Sebab, untuk dibebankan ke APBD tidak mampu karena anggarannya terbatas. 

”Terus dikomunikasikan supaya disetujui. Apalagi, Pak Menteri sebelum diamanahkan jadi menteri, dia maju dari dapil Madura,” katanya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia