Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Terkait Penanganan Kasus Korupsi, Kajari Janji Berikan Kejutan

02 Desember 2019, 10: 28: 09 WIB | editor : Abdul Basri

Maskur (Kajari Sampang)

Maskur (Kajari Sampang) (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang satu per satu bakal tuntas. Utamanya, kasus korupsi yang melibatkan beberapa pemangku kebijakan di Kabupaten Sampang.

Seperti kasus proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMPN 2 Ketapang yang menyeret tujuh tersangka. Di antaranya, mantan Kadisdik dan Kasi Sarpras Pembinaan SD Disdik Sampang.

Kasus lainnya juga terkait dugaan penarikan fee proyek di lingkungan Disdik Sampang. Sampai sekarang sudah menyeret tiga tersangka. Yakni, Kasi Sarpras Pembinaan SD dan stafnya, serta Kepala SDN Banyuanyar 4 dan 5.

Kasus dugaan korupsi lainnya yang sedang diselidiki Kejari Sampang yaitu dugaan korupsi saluran irigasi yang dananya bersumber dari dana desa (DD). Juga program listrik desa (lisdes).

Kepala Kejari Sampang Maskur mengatakan, secara bertahap kasus korupsi yang ditanganinya akan dituntaskan. Menurut dia, rata-rata kasus korupsi yang ditanganinya adalah pengaduan masyarakat.

”Kami akan tuntaskan. Pasti kami ekspos perkembangannya,” katanya. ”Tunggu kejutan selanjutnya. Kami tidak main main dalam menangani kasus korupsi. Kami memang terlihat santai, tapi kami pastikan kami bekerja dengan keras,” paparnya.

Saat ini pihaknya fokus menyelesaikan penanganan kasus korupsi di lingkungan Disdik Sampang. Kasus tersebut harus dijadikan pelajaran bagi seluruh pejabat di Kabupaten Sampang. ”Butuh komitmen bersama untuk menumpas kasus korupsi. Mari kita mulai dari diri kita sendiri dulu,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sampang Slamet Junaidi menegaskan memiliki komitmen yang sama. Sejak awal dirinya berpesan kepada pejabat di Sampang supaya tidak korupsi. ”Niatkan ibadah. Jangan korupsi, jangan korupsi, jangan korupsi,” katanya.

Pihaknya sangat mendukung terhadap upaya kejari dalam mengungkap kasus korupsi. Seluruh pejabat yang diduga terlibat harus segera diproses. ”Terima risikonya jika memang terbukti melakukan korupsi. Saya tak bisa mengintervensi,” pungkasnya.

(mr/han/rus/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia